Polisi Gelar FGD Tangkal Peredaran Narkoba di Grobogan

Tribratanews.polri.go.id – Beredarnya narkotika psikotropika dan zat adiktif lainya (NAPZA) tembakau gorilla jenis baru tersebut harus dipantau dan diberantas peredaranya. Sebab, tembakau gorila masuk dalam narkotika golongan 1 lampiran Permenkes Nomor 2 tahun 2017  Nomor 86, 87, 88 AB chminaca, Ab fubinaca dan Amb ab cubicaea.

Kasat Narkoba Polres Grobogan AKP Abdul Fatah mengatakan, tembakau gorilla narkoba jenis baru mulai marak dan sudah di kabupaten Grobogan. Maka pengawasanya untuk memberantasnya tidak hanya dari polisi saja tetapi semua pihak.

”Untuk pemakai dan penjual serta bandarnya akan kami tindak tegas. Karena sudah melanggar hukum dan UU.,” kata Abdul Fatah dalam focus discusision (FGD) optimalisasi penanganan kasus penyalahgunaan narkotika psikotorpika dan zak adiktif lainya (NAPZA) di Rm Danau Resto Purwodadi, Rabu (22/2/2017).

FGD tersebut diikuti oleh Kasi Pidum Kejari Grobogan Rully, perwakilan Pengadilan Negeri Purwodadi, Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Dinas Sosial Grobogan, Bagian Hukum Setda Grobogan dan Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Grobogan.

Dikatakan, selama tahun 2015 Sat Narkoba Polres Grobogan berhasil mengungkap 8 kasus narkoba dan tahun 2016 naik menjadi 18 kasus dengan 38 pelaku baik pemakai dan penjual narkotika. Menurutnya dalam penanganan narkoba di Kabupaten Grobogan harus saling kerjasama semua pihak agar penanganan bisa maksimal dan bisa tuntas. Salah satunya dengan mengetahui bahaya narkoba dan jenisnya.

”Beberapa pemakai narkoba ini tidak hanya mendapatkan hukuman penjara saja. Tetapi sebagian juga ada yang dilakukan rehabilitasii,” ujarnya.

Kasi Pidum Kejari Grobogan Rully mengatakan, kebanyakan dari penangkapan kasus narkoba tertangkap bukan saat sedang pakai. Namun, setelah dilakukan penyelidikan dan adanya barang bukti dan tes kesehatan masuk kategori pemakai.

”Pemakai ini sesuai prosedur sesuai tuntutan harus menjalani hukuman badan. Tetapi kebanyakan dari putusan pengadilan ada yang dilakukan rehabilitasi,” terang dia.

Sementara itu, Ketua IPWL Grobogan Junaedi mengatakan, rehabilitasi bagi pecinta narkoba sudah ada ketentuan dan petunjuknya. Mulai dari program rehabilitasi harian, mingguan dan bulanan. Program yang diberikan institusi rehabilitasi narkoba dengan bimbingan keagamaan dan vokasi.

”Kami targetkan tahun 2017 ada 50 rahabilita sosial dan sekarang ada 13 yang masih menjalani rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Tahun 2016 lalu ada 54 orang yang berasala dari Blora Rembang Pati Jepara Grobogan dan Kendal,” ujarnya.

Untuk rehabilitasi dilakukan dengan pendekatan agama, model pndidikan karakter berbaais sosial. Ada tahapan-tahapan yang dilakui. Dimana pecnadu yang direhabilitasi harus sesuai program dengan ketat.

”Selain pendekatan sosial keagamaan juga ada tenaga medis yang memeriksa kesehatan pecandu yang dilakukan direhabilitasi sosial,” tandasnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password