E-Samsat di Kaltim Dinikmati Warga

img-20161221-wa0008

POLDA KALTIM – Kalimantan Timur merupakan daerah pertama di luar Pulau Jawa yang menerapkan e-Samsat. Inovasi berbasis teknologi untuk membayar pajak kendaraan bermotor, Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) menggunakan SMS dan anjungan tunai mandiri (ATM). Tim pembina Samsat, yaitu Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim, Pemerintah Provinsi Kaltim dan PT Jasa Raharja bekerja sama untuk menghadirkan inovasi ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Rusmadi mengatakan, launching e-Samsat pada Selasa (20/12) dilakukan karena Kaltim tidak bisa terus-menerus mengharapkan dana dari pusat. Menindaklanjuti keinginan Gubernur Kaltim yang sejalan dengan Polda dengan adanya e-Samsat.

“Mulai hari ini (kemarin) sudah bisa melakukan pembayaran di ATM BNI. Yang akan menyusul pada 21 Desember, transaksi tersebut juga bisa dilakukan di ATM Bankaltim,” ujarnya saat peluncuran e-Samsat Kaltim di Lamin Etam Jalan Gajah Mada Samarinda.

Menurutnya, e-Samsat diharapkan bisa menjadi perbaikan layanan untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Masyarakat saat ini di Kaltim hanya perlu ke ATM, tidak perlu mengantre lama di kantor Samsat.

“Diharapkan juga, e-Samsat bisa membuat kemudahan dan menyadarkan masyarakat untuk wajib pajak. Karena cukup mengetik nomor polisi di ATM maka data pajak dan proses pembayaran pajak dapat dilakukan,” ujarnya.

Cara pembayaran pajak melalui ATM, bisa langsung melakukan transaksi di ATM BNI dan Bankaltim. Dengan memilih menu pembayaran, selanjutnya pilih menu pajak atau penerimaan negara. Lalu, memilih menu e-Samsat. Silakan masukkan nomor polisi 10 digit.

Muncul layar informasi tagihan pajak kendaraan bermotor (PKB). Jika informasi yang ditampilkan benar, lanjutkan dengan memilih jenis rekening pembayaran. Transaksi dianggap berhasil dan menerima struk pembayaran. Selanjutnya, Anda bisa menukarkan struk pembayaran di kantor Samsat terdekat, dengan menyertakan KTP dan STNK.

Kepala Polda Kaltim Inspektur Jenderal Safaruddin mengatakan, hal ini menghindarkan budaya pungutan liar dari aparat. Ini yang harus diakhiri. Selain itu, untuk beberapa daerah di Kaltim yang biasanya harus ke Balikpapan untuk membayar pajak, tidak perlu lagi. Cukup ke ATM atau memakai SMS.

“Mengambil STNK saja di Samsat, tidak akan ada lagi pungutan liar. Jika masih ada anggota saya yang masih melakukan  pungutan liar silakan lapor langsung ke saya. Melalui SMS 08115922800 setiap hari pasti saya baca,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) KaltimIsmiati mengatakan, pendapatan dari pajak kendaraan bermotor di Kaltim Rp 760 miliar. Sedangkan komponen biaya balik nama kendaraan bermotor Rp 570 miliar. Sehingga sekitar Rp 1,4 triliun datang dari Samsat. Dari dana itu untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar 30 persen, karena di pajak tersebut untuk pajak bahan bakar juga besar. Sekitar Rp 2,2 triliun.

“Kita harapkan dari 1,7 juta kendaraan bermotor yang ada di Kaltim baik roda dua dan empat, dengan adanya inovasi pelayanan ini tidak ada alasan masyarakat tidak membayar pajak,” ujarnya.

Menurut Ismiati, semua harus bayar pajak karena untuk mendukung pembangunan. Setiap tahun, ditargetkan jumlah pembayaran pajak harus meningkat Rp 100 miliar. Dengan adanya e-Samsat ditargetkan peningkatan pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor meningkat Rp 10 miliar, bahkan kita upayakan lebih dari itu.

Admin Polri53937 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password