Kapolres Sidrap Imbau Warga Untuk Tidak Turun Dalam Aksi 212

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Kapolres Sidrap AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, SIK, M. Si  mengimbau warga Kabupaten Sidrap untuk tidak turun ke jalan pada aksi yang bertajuk “212” yang dipusatkan di Jakarta hari ini.

“Mending turun saja ke sawah lebih bermanfaat dari pada turun ke jalan, selain meresahkan pengguna jalan, aksi turun ke jalan juga mengganggu masarakat yang akan melakukan aktifitas baik ke sekolah maupun yang ingin berangkat ke kantor ” Ujar Anggi kepada tribratanews

“Masalah aksi 212, saya sebagai kapolres mengimbau pada masyarakat, karena itu masalah lebih kental dengan nuansa politik. Politiknya juga politik DKI Jakarta. Jadi saya imbau masyarakat Sidrap tidak usah ikut-ikutan dengan politik DKI. Silakan urus rumah tangga masing-masing,” kata Anggi via seluler

Anggi beralasan mengapa warganya untuk tidak terlibat dalam aksi damai tersebut. Menurutnya, aksi yang dilakukan itu kental dengan nuansa politik. Dia juga menyebutkan, itu tidak ada keterkaitan dengan bela agama dan ulama.

“Karena ini bukan masalah agama dan juga bukan masalah ulama. Jadi jangan terjebak dengan ajakan-ajakan itu,” terangnya. Sehingga dia merasa warganya untuk tidak turut serta dalam aksi 212 jilid II tersebut. “Kita hanya mengimbau untuk tidak usah turun ke jalan. Karena ini bukan masalah agama tapi kental nuansa politik. Enggak ada kaitannya.” Lanjutnya

Meski imbauan sudah dilakukan pada warganya, namun dia mengaku tidak menutup kemungkinan tetap ada yang bergerak. Hanya saja dia meyakini itu tidak dengan jumlah massa besar.

“Apabila jadi turun, kami tetap menyiagakan personil demi mengamankan aksi tersebut, kami juga siap menerima aspirasi mereka “tutur Anggi

Di tempat terpisah Kasat Intelkam AKP M. Ali mengatakan belum menerima surat pemberitahuan terkait adanya aksi tersebut.

“Hingga saat ini kami belum menerima surat pemberitahuan, namun kami tetap melakukan koordinasi dengan ormas – ormas yang akan turun ” ujar ali

Aksi “212” tersebut merupakan bentuk pengawalan terhadap sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berstatus terdakwa. Adapun tuntutan dalam aksi kali ini terkait dengan pencopotan Ahok sebagai Gubernur Jakarta, dan beberapa isu lainnya. (cl)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password