Program Pemulihan Pasca Bencana Diselenggarakan Oleh Polres dan Bhayangkari Bangli di Desa Songan Kintamani Bangli.

Tribratanewspolri.go.id-Polda Bali Polres Bangli dan Bhayangkari Bangli melaksanakan program Trauma Healing pertolongan pasca bencana di Desa Songan Kintamani bangli(senin/20/2/2017) pukul 14.00 wita. Kegiatan yang di Pimmpin Langsung Oleh Kapolres Bangli AKBP Danang Beny.K.S.Ik bekerjasama dengan Dikyaksa Dit Lantas Polda Bali dan team psikologi biro SDM Polda Bali yang di Pimpin Oleh AKBP Dra Eka Sariana mendatangkan Badut- Badut lantas yang bentuknya lucu – lucu. Pelaksana kegiatan adalah personil Polres Bangli diantaranya Pejabat Utama Polres Bangli, Personil Sabhara Dalmas , Polwan, personil poliklinik Polres Bangli, dan Ketua Cabang beserta Pengurus Bhayangkari Cabang Bangli. Kegiatan yang di pusatkan di SDN 3 Songan di ikuti oleh anak anak korban tanah longsor di Kintamani didampingi Kepala sekolah SDN 3 Songan dan Para guru, turut hadir juga Kepala Desa Songan, relawan penangan bencana dan masyarakat Desa Songan yang terkena musibah bencana alam. Acara Trauma Healing dalam pertolongan pasca bencana dibuka oleh Ketua Bhayangkari Cabang Bangli Nyonya Uli Danang Beny.K. Kegiatan ini bekerjasama dengan HG Bali Production memberikan game dan bernyanyi yang diselingi dengan pemberian bingkisan kepada anak-anak korban bencana sehingga mereka dapat bergembira melupakan kejadian yang telah dialaminya.
“Trauma healing sangatlah penting, melihat banyak dari korban bencana alam mengalami trauma dan ketakutan yang berlebih ketika mendengar suara-suara—yang menyerupai gaung, getaran, atau semacamnya. Trauma healing sendiri diutamakan pada anak-anak dan lansia, yang biasanya mengalami trauma paling kuat, baik stres maupun depresi,” kata Nyonya Uli Danang Beny.K
Kapolres Bangli Juga Menerangkan pengertian Trauma healing seharusnya dilakukan secara teratur agar dapat membangun kembali mental para korban. Terhadap anak-anak, misalnya, program trauma healing dapat dilakukan dengan membangun kelompok bermain yang diikutkan ke dalam kelas, atau kegiatan-kegiatan bermain, belajar, membaca buku, kegiatan kesenian—seperti tari, musik, dan melukis—bahkan kegiatan beragama. Trauma healing yang diberikan pada anak-anak bertujuan agar mereka mampu melupakan kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lampau, sehingga membuat mereka lebih siap apabila bencana datang kembali.
Kegiatan-kegiatan trauma healing yang diberikan pada anak-anak berbeda pada orang dewasa. Pada orang dewasa, program yang lebih tepat berupa konseling. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan kembali wilayah, atau penempatan korban di wilayah baru. Dengan hal tersebut, ingatan tentang bencana di benak mereka bisa terhapus, dan kehidupan baru bisa dimulai.

Sumber : Polres Bangli

Editor : Swan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password