Narkoba di Sulsel : Petugas Amankan Kiriman Paket Sabu dan Somdryl di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar

IMG-20170220-WA0093

Tribratanews.polri.to.id – Makassar Sulsel, Petugas di ruang X-Ray Cargo Bandara Sultan Hasanuddin mengamankan 1 (satu) paket kiriman yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. Selain itu, petugas juga menemukan 2 (dua) paket obat daftar “G” jenis Somadril, Minggu, (19/2/2017), sekira pukul 18.40 Wita.

Paket berupa narkotika jenis sabu-sabu dan obat keras daftar “G” yang sudah dilarang peredarannya berjenis Somdril awalnya diketahui saat pihak PT. Cas Kargo memasukkan kargo dengan SMU 126-12636839865 dengan keterangan PTI berisi pakaian. Kargo tersebut lalu ditimbang dan langsung diinput ke dalam sitec untuk penerbitan bukti timbang barang.

Setelah paket ditimbang, kargo tersebut dimasukkan ke dalam ruangan X-Ray untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas bernama Aswin. Petugas security di ruang X-ray mencurigai paket tersebut saat melintas di X-ray detector, sehingga memerintahkan ke petugas PT. Cas Kargo untuk membuka paket tersebut.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani membenarkan penemuan kiriman paket sabu-sabu dan obat datar “G” jenis somadryl tersebut. Dikatakan Kabid Humas ini, setelah kargo dibuka, ternyata ditemukan paket kiriman sabu-sabu dan somdaryl itu.

Paket yang akan dikirim tersebut, akhirnya diamankan ke ruangan Air Cargo Terminal Supervisor untuk pendataan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih detail diketahui bahwa paket pertama, berisi diduga narkotika jenis Sabu-sabu sebanyak 4 (empat) sachet.

Sabu-sabu itu disimpan dalam box berisi pakaian. Pengirim paket ini atas nama H. Syarifuddin beralamat Kota Makassar dan penerima atas nama H. Salman di Jalan Irigasi Timika, Papua. Paket ini sedianya akan diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda nomor penerbangan GA-654, tujuan Timika.

Untuk paket kedua, berisi obat Somadril sebanyak 40 sachet dengan total isi 400 butir. Pengirim dari pihak PT. Agung Pancar Mulia (Panggo). Rencananya akan diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda nomor penerbangan GA-654, tujuan Timika.

Dan paket ketiga berisi obat Somadril sebanyak 100 sachet dengan total isi 1.000 butir yang disimpan dalam box warna coklat. Data pengirim atas nama Ririn, dan penerima bernama Pak Ape di Jalan Yos Sudarso Sempan, belakang konro jalur 5 kota Timika. Rencananya paket ini juga akan diberangkatkan mnggunakan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-798, tujuan Jayapura.

Setelah paket tersebut diamankan, selanjutnya barang bukti yang diduga sabu dan obat Somadril kemudian diserahterimakan dari pihak Cargo bernama Suherman kepada personil Polsek Kawasan Bandara, Bripka Ilham.

“Setelah diamankan, barang tersebut dibawa menuju ke Polsek Kawasan Bandara, sambil menunggu pihak Satuan Narkoba Polres Maros untuk menjemput guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” papar Kombes Pol Dicky Sondani, (Sabtu (19/2/2017).
Permufakatan jahat adalah perbuatan dua orang atau lebih yang bersekongkol atau bersepakat untuk melakukan, melaksanakan, membantu, turut serta melakukan, menyuruh, menganjurkan, memfasilitasi, memberi konsultasi, menjadi anggota suatu organisasi kejahatan Narkotika, atau mengorganisasikan suatu tindak pidana Narkotika. Keterangan tentang tindakan yang sangat tidak dibenarkan hukum tersebut diatur dalam Pasal 1 ayat 18 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika sebagai landasan hukum bagi setiap orang yang melakukan transaksi barang terlarang tersebut.

Indonesia merupakan negara yang manjadikan Narkoba sebagai barang yang ilegal dan tidak dibenarkan untuk beredar di negara ini. Sehingga bagi siapa saja baik itu warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang kedapatan berhubungan dengan narkoba, baik itu pengguna, pengedar, atau bahkan hanya sekedar kurir di wilayah hukum Indonesia, maka pihak kepolisian akan segera menindak tegas mereka tanpa memandang latar belakangnya.

Namun meskipun tindakan tegas telah dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya pemberantasan narkoba di Indonesia, tetap saja peredaran narkoba masih merajalela dinegeri ini. Terlihat dari jumlah pecandunya di Indonesia yang makin tahun semakin meningkat. Yang menjadi sasaran dari kejahatan narkoba tidak hanya mereka yang memiliki uang banyak, melainkan hampir semua lapisan masyarakat baik tua maupun muda, dari yang kaya sampai yang hidup pas-pasan, hingga mereka yang berpendidikan sampai yang buta akan ilmu pengetahuan ikut terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Peran orang tua sebagai lapisan pertama untuk mencegah anak-anak mereka dari bahaya narkoba juga terkadang tidak berjalan efisien, sebab faktor lingkungan lebih dominan dalam mempengaruhi para generasi muda untuk akrab dengan narkoba. Generasi muda yang merupakan generasi produktif merupakan sasaran empuk bagi penyebaran narkoba di Indonesia.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password