Pencuri Handphone Diringkus Depan M-Tos, Istrinya dalam Pengejaran

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Polisi kembali meringkus pelaku kejahatan kasus pencurian handphone. Anngota Polsek Manggala, dipimpin Kanit Reksrim, AKP Andi Husen, didampingi Panit II Resmob, Aiptu Abd. Rauf meringkus pelakunya di depan M-Tos Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar.

Pelaku berhasil diringkus berdasarkan rekaman CCTV milik Indomaret. Dalam rekaman kamera pengintai itu, memperlihatkan jika pelaku pencurian Hp milik korban bernama Yehezkiel yang disimpan di dasbor motor miliknya hingga hilang, ternyata diambil oleh Rustan alias Uttang (21) bersama isterinya, Putri Alias Ainun (20).

Kanit Reksrim Polsek Manggala, AKP Andi Husen yang dikonfirmasi mengatakan, penangkapan pelaku pencurian ini, berdasarkan ?laporan korban yang terlampir dengan nomor polisi LP: 55/I/K/2017/Sek Manggala, tanggal 18 Februari 2017.

“Kami tangkap pelaku saat berada di dekat M-Tos Jalan Perintis Kemerdekaan, pada Sabtu malam (18/2/2017), sekitar pukul 23.00 Wita. Kami langsung menggelandang pelakunya ke Mapolsek Manggala untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Andi Husen, Minggu (19/2/2017).

Di hadapan polisi, pelaku mengakui jika ia bersama istrinya yang melakukan pencurian Hp milik korban yang disimpan di dasbor motor. Motor korban itu diparkir di samping Indomaret, Jalan Tamangapa Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

”Suaminya telah kami tangkap, sementara istrinya masih kami kejar. Selain pelaku, kami juga mengamankan barang buktinya 1 unit Hp merek Samsung Prime 2 warnah putih,” kata Kanit Reskrim ini.

Di zaman yang modern ini dimana pertumbuhan kebutuhan ekonomi masyarakat semakin bertambah, terutama menyangkut masalah pemenuhan kebutuhan dan lapangan pekerjaan. Hal inilah yang menimbulkan kerawanan dibidang keamanan masyarakat, yaitu seringnya terjadi kejahatan. Kejahatan merupakan gejala sosial yang selalu dihadapi oleh masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Intensitasnya setiap hari semakin tinggi, modus dan operasinya pun canggih dan menggunakan segala macam cara, termasuk melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) yakni menyakiti korban hingga melakukan pembunuhan secara sadis. Dari berbagai pemberitaan di media massa baik itu dari media elektronik maupun media cetak, pemberitaan mengenai pencurian, khusunya pencurian dengan kekerasan menarik perhatian, mengusik rasa aman dan mengundang tanda tanya pada masyarakat tentang apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah, khususnya aparat keamanan dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menekan tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini.

Polisi Republik Indonesia (Polri) merupakan satu-satunya instansi yang diberikan wewenang dan tanggung jawab oleh Undang-Undang, pada setiap anggota Polri secara individu dengan tidak membedakan pangkat dan jabatan diberi kewenangan penuh untuk menegakkan hukum. Hal itu diberikan sebagai upaya pencegahan sampai dengan penindakan hukum terhadap segala tindak pidana kejahatan.

Sebagai satu kesatuan dalam kebijakan kriminal dan pada hakekatnya merupakan bagian integral dari kebijakan sosial dengan tujuan utama memberikan perlindungan kepada masyarakat guna mencapai kesejahteraan bersama. Tindak kejahatan yang terjadi selama ini sudah mencapai batas yang di khawatirkan, yang dampaknya secara luas dapat meresahkan masyarakat, karena tindak kejahatan yang sering terjadi tidak jarang disertai dengan tindakan penganiayaan serta perlakuan kekerasan yang dilakukan terhadap korban.

Sehingga peristiwa-peristiwa semacam itu kemudian menimbulkan trauma bagi masyarakat sekitar. Hal ini tidak saja dialami oleh masyarakat perkotaan namun sudah meluas di lingkungan pedesaan.

Pada hakekatnya banyak usaha dan kegiatan yang ditempuh pemerintah dan aparat hukum dalam rangka mencegah terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan, baik melalui penyuluhan hukum dan peningkatan sistem keamanan, maupun dengan cara penghukuman terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini dengan hukuman yang berat, sesuai dalam KUHP Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan yang diatur dalam Pasal 365 dengan pidana penjara selama-lamanya dua belas tahun atau jika perbuatan curas itu mengakibatkan kematian, maka diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun atau dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.

Walaupun bangsa ini menginginkan agar tindak pidana itu ditekan seminimal mungkin, namun keinginan dan cita-cita itu merupakan sesuatu yang saat ini sangat sulit untuk diwujudkan, hal ini terbukti dengan masih saja ada laporan dari masyarakat tentang terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password