Berikan Layanan Striptis, Digerebek Polisi Polrestabes Surabaya, Walikota Risma Cabut Ijin Operasional Mega Karaoke

Tribratanews.polri.go.id, Polda Jatim  Satpol PP diminta Walikota Surabaya Tri Rismaharini,  segera menutup Mega Karaoke di Jalan Ngaglik, Kecamatan Simokerta, yang diketahui sudah menyediakan jasa layanan tari Striptis.

”Saya sudah minta cek langsung di lapangan. Jika benar (menyuguhkan striptis) harus ditutup. Karena itu melanggar perjanjian dalam perizinan tempat hiburan,” tegas Risma, Minggu (19/2/2017).

‎Peraturan Daerah (Perda) nomor 23/2012 tentang kepariwisataan, yang melarang bisnis pornografi atau pornoaksi di tempat rekreasi dan hiburan Umum (RHU). Itulah  Izin tempat hiburan yang dilanggar.

Namun pasca penggerebekan yang dilakukan oleh anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, pada Sabtu dini hari (18/2/2017) membuktikan bahwa Manajemen Mega Karaoke, jelas-jelas melanggar aturan itu.

Hasil penggerebekan itu, rumah karaoke di kawasan Ngaglik Surabaya itu, terbukti menyediakan layanan tari striptis berkedok pemandu lagu dengan tarif, Rp. 60.000‎ per jamnya untuk satu orang penari. Setidaknya dua tersangka, empat penari dan satu pengunjung terpaksa diamankan polisi.

Widodo Suryanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispbudpar) Kota Surabaya, merespon peristiwa ini juga menegaskan bahwa pihaknya bakal memberi sanksi tegas kepada manajemen Mega Karaoke.

“Sanksinya jelas. Kita bisa melakukan pembekuan hingga pencabutan izin (Tanda Daftar Usaha Pariwisata / TDUP). Kami akan lakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terlebih dulu,” tutur widodo.

Senada, Kasat Pol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto juga menegaskan, akan segera menindak rumah karaoke yang melanggar Perda nomor 23/2012. “Jika melanggar perjanjian, sanksinya bisa pencabutan izin operasional,”pungkasnya.

Penulis : Umam/tbs

Editor :  Kang Ikbal96

Publish : Umam

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password