Bencana Tanah Longsor di Mojo Kediri, Lebar Jalan Sisa 1 Meter

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota, Kerusakan jalan di Dusun Jatiwekas, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo semakin parah. Setelah tiga bulan lalu longsor sepanjang 28 meter, kemarin yang ambrol bertambah menjadi 34 meter. Itu terjadi akibat longsor susulan.

Kondisi tersebut sangat berbahaya. Sebab ada tiga rumah di bawah jalan yang terancam terbenam longsoran. Ini dapat terjadi bila tanah penahan jalan terus tergerus. “Ada sepuluh orang yang tinggal di tiga rumah itu,” kata Yasim, 32, warga Jatiwekas.

Mereka adalah keluarga Paiman, Winto, dan Dasuki. Meski kondisi jalan cukup membahayakan, tiga keluarga tersebut tak pernah mengungsi. Demi mencegah longsor, selama dua bulan terakhir, warga bergotong royong membangun bronjong.

Bangunan itu untuk menahan tebing tanah supaya tidak ambrol. Sehingga mampu mencegah terjadinya longsor susulan. “Kita sudah kerjakan bagian longsor pertama, ternyata terjadi longsor susulan di paling timur jalan,” papar Yasim.

Longsor susulan terjadi beberapa hari lalu. Penyebabnya, karena tanah tergerus hujan deras. Kemarin (15/2tampak lebar aspal jalan itu hanya tersisa satu meter saja. Padahal, sebelumnya masih selebar 3,5 meter.

Yasim mengatakan, kondisi tanahnya berbeda dengan bagian barat jalan. “Kalau yang paling timur itu tanah gerak, jadi mudah longsor,” papar bapak satu anak itu.

Saat ini yang dikhawatirkan warga adalah jalan terputus. Sebab di atas Desa Kedawung ada Desa Pamongan. Di sana jumlah penduduknya cukup banyak. Ada sekitar 900 rumah. Bila akses jalan ini tidak bisa dilewati, maka warga Pamongan bakal merasakan imbasnya. Sebab mereka akan kesulitan mengakses kegiatan perekonomian.

Kemarin, beberapa sopir truk yang ingin melintas di jalan utama Desa Kedawung itu harus bersabar. Terutama ketika lewat di jalan yang longsor. Apalagi, jalan tambahan becek. Maka, mereka yang tetap ingin melintas harus menyediakan batu koral untuk membuat akses jalan baru.

“Sudah habis dua truk koral, nyatanya jalan masih tetap sulit dilewati,” kata Yasim. Warga pun waswas tanahnya kembali ambrol dan jalan aspalnya tidak bisa dilewati lagi. Apalagi, curah hujan masih tinggi. Padahal, banyak truk pengangkut ketela, kayu, dan tebu yang melintas di jalan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dusun Jatiwekas Sujianto, 38, mengatakan bahwa saat ini Pemkab Kediri bersama pemerintah desa (pemdes) sudah turun untuk memperbaiki jalan. Karena darurat, sementara dibangun bronjong.

“Sudah tidak ada masalah, bronjong penahan agar tidak longsor sudah mulai dikerjakan,” katanya.

Sujianto mengaku, pekerjaan sempat terhenti karena ada longsor susulan. Terpaksa pihaknya menambah bahan material bangunan. Material sebelumnya hanya untuk bangunan bronjong sepanjang 28 meter dengan ketinggian 5,5 meter.

Setelah dihitung pascalongsor susulan itu, panjang jalan yang ambrol menjadi 62 meter dengan ketinggian yang sama. Sujianto menargetkan, pekerjaan bisa tuntas hingga bulan depan.

Itu kalau kondisinya lancar, tidak ada hujan lagi yang bisa sebabkan longsor,” beber bapak dua anak ini.

Terpisah, Kapolsek Semen AKP RICO dan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hari Wahyu Jatmiko mengatakan, akan meninjau lapangan untuk mengetahui kebutuhan atas bencana tersebut. “Bantuan material dan bronjong sebagian sudah dikerjakan,” urainya.

Penulis : DIDIK

Editor : Iqbal96

Publish : DIDIK (Res Kdr Kota)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password