Empat Pelaku Spesialis Pencuri HP di Pelabuhan Parepare Berhasil Ditangkap

Tribratanews.polri.go.id – Parepare Sulsel, Prestasi gemilang kembali ditorehkan Polres Parepare, Jumat (17/2/2017), Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare berhasil mengungkap kasus kejahatan dengan mengamankan empat pelaku pencurian asal Balikpapan, Kalimantan Timur.

Keempat pelaku yang diamankan tersebut yakni Karim, Said, Akbar dan Burhan. Keempatnya tercatat sebagai warga Kota Makassar. Pengungkapan ini berawal saat personil Polsek KPN Parepare menggelar operasi rutin (opstin) terhadap barang bawaan penumpang dari kapal yang bersandar.

Petugas yang mencurigai gerak-gerik para pelaku, kemudian melakukan pemeriksaan barang bawaan mereka. Setelah diperiksa, akhirnya ditemukan puluhan handphone jenis android yang masih terbungkus lengkap dalam dos. Setelah diinterogasi, para pelaku akhirnya mengaku jika Hp itu merupakan hasil kejahatan mereka saat beraksi di Kota Balikpapan Kaltim.

Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (17/2/2017) siang saat menggelar ekspouse pengungkapan kasus mengatakan, selain empat pelaku yang berhasil diamankan, seorang pelaku lainnya bernama Sadakah berhasil meloloskan diri.

“Dari tangan para pelaku, diamankan barang bukti berupa 32 buah handphone jenis android berbagai merk, satu proyektor, dua buah laptop, tiga unit motor serta uang jutaan rupiah,” ungkap Pria Budi.

Kapolres menambahkan, saat ini para pelaku sudah diamankan di Mapolres Parepare. Terkait dengan pengungkapan kasus pencurian ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Balikpapan, Kaltim.

Mencuri pada dasarnya adalah perbuatan yang kurang terpuji, dan perbuatan yang kurang terpuji itu berpotensi dosa. Orang yang menjadi korban pencurian adalah orang yang paling dirugikan oleh aktititas si “panjang tangan” ini dan si pelaku yang melakukan tindak kejahatan ini tentu akan dihukum sesuai dengan undang undang yang berlaku.

Seseorang yang melakukan pencurian apa saja, pencurian motor, pencurian barang eletronik dan sebagainya dikarenakan terdapat niat dan kesempatan dari pelakunya. Seseorang kalau sudah berniat jelek atau berniat melakukan perbuatan yang tidak baik, apakah itu mencuri dan lain sebagainya, adalah perbuatan terencana. Jika itu dilakukan dalam rangka untuk berniat menghabisi nyawa orang lain, apa pun motifnya, mendapat ancaman hukum berat. Mengapa terancam hukuman berat? Ya karena sudah ada niat untuk melakukan hal ini.

Jika niat sudah kuat, apa pun bisa dilakukan. Kesempatan bisa diciptakan karena memang sudah ada niat kuat melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu. Lain halnya jika kesempatan yang dia inginkan, atau dibuat tidak terlaksana dengan baik, ini bisa dikatakan niatnya terkendala. Lain halnya jika si pelaku sadar walaupun kesempatan berbuat jelek sudah dia ciptakan, tapi kalau si pelaku berubah pikiran bisa saja dia mengurungkan niatnya untuk berbuat jahat.

Niat amat berperan penting dalam hidup seseorang. Niat yang sudah benar benar tertanam dalam dada seseorang akan dieksekusi dan akan dilaksanakan jika sudah datang masa (waktu) yang tepat. Bahkan jika niat sudah membara, apalagi niat yang baik, tentu akan melakukan apa saja agar niat baiknya terwujud. Anda punya niat menyumbang, maka anda bisa menyumbang di mana saja bisa anda lakukan. sama halnya jika anda punya niat jelek. Jika niat jelek sudah ada diotak anda, maka apapun akan anda lakukan agar niat jelek anda itu terwujud. Niat adalah biang keladi dari semua tindak kejahatan dimuka bumi ini.

Kesempatan (opportunity). Ini juga ada kaitannya dengan niat. Jika tidak ada niat jahat dalam diri seseorang, walaupun didepannya ada kesempatan, maka sudah dipastikan orang itu tidak akan melakukan tindak kejahatan. Bahkan orang itu bisa saja mengembalikan kepada yang berhak atasnya. Sebagai contoh yang amat sederhana adalah menemukan dompet di jalan. Jika orang itu berniat baik, maka ia akan mengembalikan dompet beserta isinya itu kepada pemiliknya.

Jadi, kesempatan itu bersifat relatif. Jika anda memang sudah dari awal punya niat jelek, kesempatan bisa diciptakan, Dan jika ada kesempatan terbuka tentu akan anda ambil. Namun jika anda memang tidak punya niat jelek, atau niat berbuat tidak baik, maka kesempatan terbuka pun tidak akan ada perdulikan

Motif Ekonomi. Salah satu unsur yang tidak kalah penting “mengapa orang mencuri” adalah motif. Motif seseorang melakukan suatu kegiatan tentu mempunyai maksud dan tujuan yang hanya dimengerti oleh yang bersangkutan. Seseorang mencuri sesuatu yang bukan miliknya dari orang lain mempunyai motif tertentu.

Ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain. Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan an melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password