Narkoba di Sulsel : Polisi Polrestabes Makassar Tembak Sindikat Jaringan Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar dipimpin langsung Kasat Narkoba, Kompol Diari S.IK, Sabtu (18/2/2017), sekitar pukul 03.00 Wita, tiba di ruang UGD RS Bhayangkara Jalan Andi Mappaoudang Makassar, membawa seorang sindikat jaringan narkoba jenis sabu sabu. Pelaku berinisial DD (20), dilarikan keruang UGD RS Bhayangkara usai dilumpuhkan dengan peluru pada bagian kaki sebelah kanannya.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari S.IK, mengatakan, pelaku merupakan salah satu Target Operasi (TO) Satres Narkoba Polrestabes Makassar. Sindikat itu ditangkap, bersamaan diamankan juga barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu seberat 50 gram.

“Yang bersangkutan berinisial DD ini merupakan TO kami dan baru bisa tertangkap tadi bersama barang bukti sekitar 50 gram narkoba jenis sabu. DD terpaksa kami berikan tindakan tegas, lantaran pada saat dilakukan pengembangan untuk membongkar jaringannya, dia melakukan perlawanan dan berusaha kabur,” urai Kompol Diari, S.IK.

Selain barang bukti seberat 50 gram, petugas juga menyita 1 buah alat timbangan elektrik dan beberapa buah Hp. Dari pengakuan pelaku, dalam sehari dirinya bisa menjual tiga sampai lima paket dalam sehari.

“Saya menjual satu paket seharga Rp.300 ribu. Rata-rata untungnya Rp.50 ribu yang saya gunakan untuk menghidupi orang tua,” ujar pelaku.

Apapun alasannya, pelaku tetap harus menjalani pidana penjara selama enam tahun berdasarkan Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika.

Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Drs. Muktiono, SH, MH mengatakan, perang terhadap narkoba telah berlangsung lama. Namun belum mampu memberantasnya hingga ke akar-akar.

“Upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkoba akan terus kami maksimalkan dengan melakukan penyadaran dan edukasi akan bahayanya, narkoba telah menjadi ancaman dan harus diberantas hingga ke akar-akarnya,” tegas Kapolda.

Sikap tegas Irjen Pol Muktiono untuk memerangi narkoba di Indonesia, terutama di Provinsi Sulawesi Selatan ini dilakukan demi untuk menyelamatkan generasi muda bangsa ini. Pasalnya, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari.

Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.

Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar generasi muda kapan saja.
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.

Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja antara lain adalah : adanya perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, sering menguap, mengantuk, dan malas, tidak mempedulikan kesehatan diri, suka mencuri untuk membeli narkoba.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan generasi muda sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Walikota Makassar, Ir. H. Moh Ramdhan Danny Pomanto mengatakan, Pemerintah Kota Makassar telah menggulirkan program pengajian rutin di tiap kelurahan yang dapat berfungsi sebagai media untuk menyampaikan pesan, akan bahaya narkoba dan pencegahannya melalui ceramah atau dakwah.

“Disinilah peran serta keluarga dan sekolah sangat dibutuhkan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Dimana dengan menanamkan nilai-nilai agama dan moral dapat menjadi benteng pelindung dari bahaya narkoba,” tegas Danny.

Danny berharap, operasi yang dilakukan oleh Polda Sulsel tidak hanya berdampak pada berkurangnya jumlah narkoba yang beredar di masyarakat. Tapi juga dapat memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di wilayah Sulsel.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password