Tiga Komplotan Pencurian Ternak Sapi yang Resahkan Warga Wajo Dibekuk Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Wajo Sulsel, Tiga komplotan tersangka dalam kasus pencurian hewan ternak (curnak) sapi diringkus Tim Unit Resmob Polres Wajo. Ketiganya bernama Imus Mulyadi Beddu Sallang (29), warga Desa Sorro, Kecamatan Takkalala, Ridwan Salanra (30), warga Kecamatan Takkalala, dan Taslim Mora (60), warga Jalan Sungai Pareman Kabupaten Luwu.

Satu dari tiga tersangka ini, yakni Imus Mulyadi merupakan residivis dalam kasus pencurian motor (curanmor). Ia berperan selaku eksekutor dalam kasus pencurian ternak di wilayah hukum Polres Wajo. Mereka, para tersangka berhasil diringkus satu-persatu dalam proses pengembangan.

Kronologis awal, hingga ketiganya diringkus, dimana petugas mendapat informasi jika salah seorang tersangka bernama Imus berada di rumahnya. Petugas pun dengan sigap langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka. Imus diringkus di Desa Sorro Kecamatan Takkalala, Jumat (17/2/2017), sekira pukul 18.00 Wita.

Pria betubuh ceking ini selanjutnya digelandang ke Mapolres Wajo. Di hadapan polisi, Imus mengakui jika dirinya telah melakukan pencurian ternak sapi pada 4 titik lokasi. Adapun lokasi itu yakni di Desa Bake, dengan membawa kabur sapi korban sebanyak 2 ekor. Aksi keduanya, di Lompobbune Desa Bakke, ia dan komplotannya membawa kabur 2 ekor sapi.

Lalu di Desa Wake Kecamatan Bola, tepatnya di Sorro Utara Kecamatan Takkalala, ia dan rekannya membawa kabur sapi korban sebanyak 3 ekor. Dan aksi curnak terakhir sebanyak 2 ekor sapi yang dibawa kabur di Kecamatan Takalala.

“Ada 5 ekor sapi itu saya jual di Belopa, Kabupaten Luwu kepada seseorang bernama Ridwan,” ungkap Imus.

Mendapat informasi itu, polisi langsung mengejar penadah sapi bernama Ridwan di Belopa. Petugas pun berhasil mengamankan Ridwan ini sekira pukul 20.00 Wita.

Malam itu juga, Tim Resmob Polres Wajo melanjutkan pengejaran terhadap satu rekan komplotan pencurian ternak lainnya bernama Taslim. Petugas pun berhasil meringkus Taslim di rumahnya di Jalan Sungai Pareman Kabupaten Wajo, sekira pukul 03.15 Wita. Tertangkapnya Taslim ini, menuntaskan polisi mengejar 3 (tiga) komplotan curnak yang meresahkan pemilik ternak di Kabupaten Wajo.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Sabtu (18/2/2017) mengatakan, ketiga tersangka dalam kasus pencurian ternak sapi warga di Wajo masih menjalani pemeriksaan. Kata Kabid Humas, Tim Resmob Polres Wajo masih melakukan proses penyelidikan terhadap ketiga tersangka, sejauh mana peranan masing-masing, dan apakah masih ada jaringan curnaknya yang lain, semua masih dikembangkan.

“Hasil interogasi sementara, ketiganya punya peran yang berbeda. Ada pelaku eksekutor yakni Imus dan ada penadahnya yakni Ridwan. Sementara Taslim sendiri diduga bersama Imus selaku eksekutor. Tapi untuk diketahui pasti peranannya masing-masing, petugas masih perlu mendalami kasusnya,” jelas Dicky.

Terjadinya pencurian ternak sapi di wilayah hukum Polres Wajo, Polda Sulsel dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pertama faktor sumber daya manusia (SDM) dari pelaku kejahatan. Dimana pelaku mempunyai suber daya yang rendah. Hal ini dikarenakan oleh keadaan lingkungan dari pelaku yang tidak baik, keadaan keluarga dari pelaku yang tidak harmonis, serta pendidikan dari pelaku yang tergolong rendah.

Faktor kedua adalah faktor ekonomi, dimana pelaku ingin bersaing dari segi kemampuan ekonomi dengan sesama teman yang lainnya. Sehinggga untuk mencapai keinginannya dengan mudah, maka pelaku melakukan segala cara. Termasuk melakukan pencurian ternak sapi.

Ketiga faktor, adanya niat dan kesempatan, dimana pelaku mempunyai niat untuk mencuri tenak sapi dan ada kesempatan itu , karena kesalahan dari pemilik ternak sendiri. Faktor-faktor tersebut yang menimbulkan terjadinya pencurian ternak sapi, di daerah manapun juga, termasuk di Kabupaten Wajo.

 

Upaya yang perlu dilakukan aparat keamanan, dalam hal ini petugas kepolisian, bersama-sama warga setempat dalam penanggulangan kejahatan pencurian ternak sapi dengan cara menerapkan tindakan preventif. Bentuk tindakan ini adalah melakukan patroli ke daerah-daerah yang dianggap rawan pencurian ternak sapi.

Selain itu juga melakukan tindakan represif, yaitu menindak dengan tegas pelaku kejahatan. Serta melakukan tindakan prentif, yaitu melaksanakan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya keamanaan lingkungan, serta ternak sapi yang dimiliki.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password