TEROBOSAN KREATIF BIRO SDM : Tingkatan nikmat yang diterima oleh manusia

IMG-20170218-WA0001Tribratanews.polri.go.id – Polda Jambi –  Pada malam Jumat (17/02) kegiatan pembinaan rohani tambahan kepada siswa didik SPN yang merupakan salah satu terobosan kreatif Biro SDM memasuki malam yang ke 38.

Terhadap siswa yang beragama Islam dilaksanakan kegiatan ceramah agama yang disampaikan oleh Ust. Muhammad Nur dari Jelutung Kota Jambi.

Pada ceramahnya Ust. M. Nur menyampaikan tentang tingkatan nikmat yang diterima oleh manusia dari Allah SWT.
Yang pertama adalah Nikmat akan dunia. Contohnya harta benda dan isi dunia lainnya, Ini adalah tingkatan nikmat Allah SWT yang paling rendah, Allah tidak melihat siapa pun baik kafir ataupun beriman bahkan kadang Allah melebihkan buat orang kafir. Di akhirat, itu semua tak ada artinya bagi Allah SWT, kecuali amal perbuatannya.

Yang kedua adalah nikmat kesehatan. Orang yang sakit, akan bayar mahal untuk kesehatannya, biaya berobat tidaklah murah terkadang pergi berobat ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Australia cuma untuk mendapatkan kesehatan.

Yang ketiga adalah nikmat hidup. Orang yang menyadari akan pentingnya hidup itu nikmat adalah orang yang sudah meninggal dunia, orang yang sudah meninggal itu meminta kepada Allah untuk dikembalikan (dihidupkan) lagi ke dunia hanya untuk mengerjakan amal dan kebajikan serta beribadah kepada Allah SWT yang dulu mereka tidak lakukan. Semua nikmat itu akan disadari ketika nikmat itu dicabut dari kita.

Yang keempat adalah Nikmat agama. Kita merupakan orang yang beruntung karena dilahirkan dari rahim ibu yang beragama Islam, kita tidak dapat membayangkan diakhriat kelak jika tadinya kita dilahirkan bukan sebagai Islam.

“Nikmat iman adalah tingkatan nikmat yang paling tinggi. Tak ada gunanya agama islam, kalau kita tidak beriman. Iman itu harus kuat. Nabi Muhammad SAW selama 13 tahun menyebarkan islam di Mekkah cuma untuk menanamkan iman kehati manusia dikala itu.” Urai Ust. M. Nur.

“Kalau iman sudah kokoh, ibadah akan terasa nikmat.” Tambahnya.

Begitupula dengan Pembinaan Rohani bagi Siswa yg beragama Kristen yg disampaikan oleh Rohaniawan dari Biro SDM Polda Jambi Bripda Raygen Silitonga yang memberikan bimbingan tentang “Berdoa sambil bekerja” yg pada hakekatnya adalah harus saling bersinergi, karna berdoa saja tidak cukup dan jika bekerja saja tanpa berdo’a bukan tidak mungkin sesuatu yg dikerjakan itu akan terhambat ataupun menjadi sia-sia.

Karo SDM Polda Jambi KBP Purwolelono, S.I.K., M.M. melalui Kabagwatpers AKBP H. Herman, S.H. selaku Ketua Tim pelaksana mengatakan setelah memasuki malam yang ke 38 ini mereka berharap banyak ilmu tentang agama didapatkan oleh para siswa sebagai bekal tambahan dalam melaksanakan tugas nantinya.

Penulis : Roni/Lilik Adhi

Editor : Iqbal 96

Publish : Lilik Adhi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password