Hilang Selama 13 Hari, Akhirnya Mayat Korban Tenggelam Di Sungai Kedungglonggong Ditemukan Polsek Cepu Polres Blora Bersama Warga

tribratanews.polri.go.id – PoldaJateng/BLORA, Mahesa Prasetyono Bin Sarji (18), satu dari dua korban pelajar SMK Santopius Randublatung, Jawa Tengah, yang tenggelam saat sedang mencari burung di sekitar Sungai Kedungglonggong, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Sabtu (04/02/17) lalu, berhasil ditemukan di sungai Bengawan Solo Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jumat (17/2/17) pukul 11.30 WIB.

“Korban ditemukan setelah memasuki 13 hari masa pencarian dan sudah bergeser sangat jauh hingga memasuki wilayah perbatasan antar Kabupaten dan Provinsi antara Blora Jawa Tengah dengan Kab. Bojonegoro di bantaran Sungai Bengawan solo yang kurang lebih berjarak 50 kilometer dari tempat kejadian,” kata Kapolsek Cepu AKP Selamet, SH kepada @polresblora.com.

AKP Selamet, SH menuturkan awalnya salah seorang saksi bernama Jumadi (50) warga Ds. Sumberpitu, Kec. Cepu, Kab. Blora bersama kedua rekannya bernama Susanto (35) dan Sarijan (36)  melihat sesosok mayat yang mengapung di daerah pingir bantaran sungai Bengawan Solo saat dirinya hendak memancing. Dengan kagetnya setelah dirinya mendekat ternyata benar seorang mayat pria mengambang dengan posisi tengkurap, kemudian saksi 1 (Jumadi) langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke kantor Polisi Polsek Cepu.

IMG-20170217-WA0115Mendapati laporan tersebut, kami bersama tim medis langsung mluncur ke TKP untuk memasitikan kejadian tersebut dan melakukan evakuasi jenazah korban dari sungai Bengawan Solo. “Mengingat identitas mayat tersebut yang sudah susah dikenali dengan kondisi tubuh yang sudah lebam serta membengkak, akhirnya warga dan polisi langsung membawa mayat tersebut ke RSUD Soeprapto Cepu,” tuturnya.

Setelah dilakukan identivikasi dan visum serta pihaknya mendapatkan informasi lanjutan sekitar pukul 13.00 WIB tadi dari Polsek Randublatung dan dengan ditemukannya butiran pluru senapan angin dari saku celana korban serta AKP Selamet menambahkan, setelah dilakukan pengecekan dengan mendatangkan pihak keluarga dari penuturan pihak keluarga korban yang mengenalinya dari pakaian yang terakhir dikenakan sebelum kejadian naas tersebut ternyata memperoleh kepastian identitas korban.

“Sudah kami pastikan bahwa korban yang di temukan di sungai Bengawan Solo adalah salah satu korban meninggal dunia yang hanyut di sungai kedungglonggong, Kec. Randublatung, Kab. Blora dari kejadian tanggal 4 Februari 2017 lalu.” Ujar Kapolsek Cepu

Dr. Priyanto mengatakan “Dari pihak RSUD Soeprapto Cepu perihal penemuan mayat yang ditemukan warga dengan hasil dari pihak rumah sakit bahwa mayat tersebut diperkirakan sudah meninggal sekitar tiga belas hari lalu. Tanpa adanya di temukan bekas penganiayaan atau kekerasan pada bagian tubuh korban. Dengan ciri-cirinya, berumur 18 tahun serta berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi 140 cm berat badan 60 Kg.

“Ternyata betul mayat tersebut merupakan salah satu dari dua korban meninggal yang dikabarkan tenggelam di Sungai Kedungglonggong Kec. Randublatung, Kab. Blora lalu,” pungkasnya.

Admin Polri56598 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password