Tanpa Identitas, 4 Purel Hiburan Malam di Kota Kediri Terjaring Operasi Gabungan

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota,  Polres Kediri Kota, BNN Kota Kediri dan Satpol PP Kota Kediri menggelar razia  pasca  Valentine hingga dini hari kemarin (15/2). Dari tiga lokasi, aparat ini menjaring dua pasangan muda-mudi dan empat purel atau pemandu lagu tanpa identitas. Kegiatan ini untuk mengantisipasi merebaknya tindak asusila.

Petugas Gabungan patroli sejumlah titik rawan di Kota Tahu. Menjelang tengah malam, yakni sekitar 23.00 WIB ada informasi dari masyarakat bahwa ada kos-kosan yang dihuni pasangan bukan suami istri.

“Kita langsung bergerak ke sekitar Kelurahan Pakunden,” terang Kabag Ops Polres Kediri Kota  Kompol I Ketut Mudita SH  yang kemarin memimpin razia.

Dari satu kos, petugas mencurigai sebuah kamar yang sedang digunakan mesum. Saat meminta yang bersangkutan keluar, ternyata ada Ch, 18, sedang bersama Hen, 33, kekasihnya. Keduanya asal Kota Kediri.

Meski berduaan dalam satu kamar, mereka mengaku, hanya berteman. Hen berdalih, sedang menagih utang Ch. “Karena berduaan di dalam kamar dan tidak bisa menunjukkan bukti surat nikah, kita amankan,” ujar Ali kepada wartawan koran ini.

Tidak puas, tim gabungan kemudian menyisir kos-kosan lainnya. Petugas akhirnya berhenti di salah satu kos di Lingkungan Majegan, Kelurahan/Kecamatan Pesantren. Ternyata di salah satu kamar ditemukan sepasang muda-mudi lagi.

Mereka adalah Ter, 38, asal Kota Kediri, dan San 22, asal Pare, Kabupaten Kediri. Keduanya terlihat pasrah saja saat diamankan. Tanpa basa-basi, petugas pun membawa keduanya menuju mobil patroli. Keduanya kooperatif, jadi langsung diangkut ke markas komando (mako

Petugas kemudian melanjutkan perjalanan. Sasaran berikutnya adalah Kafe Maya di lingkungan Kresek, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren. Namun di kafe yang juga jadi tempat karaoke itu, tim gabungan tidak mendapati pasangan mesum. Hanya ada empat perempuan pemandu lagu.

Mereka tampak standby karena memang sedang sepi pengunjung. Keempat purel itu adalah Han, 24; Sep, 21; Ca, 20; dan Des, 18. Tiga orang dari Tulungagung. Sedangkan Des berasal dari Jawa Tengah. Karena tidak membawa kartu identitas, para perempuan itu juga diamankan.

“Kita bawa karena antisipasi purel anak-anak. Saat dimintai keterangan, ternyata bukan,” tambahnya.

Meski demikian, petugas tetap memberikan pembinaan dan pendataan kepada mereka. Razia  akan terus melakukan pemantauan di sudut-sudut Kota Kediri. Terutama yang dianggap rawan. “Kita operasi selama beberapa hari ke depan,” imbuh Kompol I Ketut Mudita.

Harapannya, tidak ada kejadian asusila, prostitusi terselubung, dan trafficking anak-anak di Kota Kediri.

Penulis : DIDIK

Editor : Iqbal96

Publish : DIDIK (Res Kdr Kota)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password