Polisi Role Model : Brigadir Yusuf Polisi Jawara Silat Dari Polres Kediri Kota

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota,  Bagai api dengan asap, itulah gambaran antara Brigadir Yusuf dengan pencak silat. Keduanya seakan tidak bisa dipisahkan. Silat menjadi bagian dari diri Yusuf, yang sudah dikenal sejak usia anak-anak.Bahkan, ketika sudah menjadi anggota polisi sekalipun, ia tetap menggeluti olahraga ekstrem itu.

Kegemarannya terhadap pencak silat, akhirnya mengantarkannya JAWARA Pra PON di Gorontalo pada Nopember 2015 ini dengan meraih medali emas untuk kategori F-70-75. Keberhasilan Yusuf ini sekaligus tiket baginya pada PON 2016 pada September 2016 di Bandung. Segudang prestasi pencak silat telah ia raih, dan pada Kejurnas 2014 lalu ia juga menjadi juara tiga. Yusuf merupakan anggota polisi yang memiliki segudang prestasi, pada cabang olahraga pencak silat

Brigadir Yusuf memiliki nama panjang Abdullah Yusuf. Dia adalah anggota Polres Kediri Kota sekaligus seorang atlet pencak silat. Lahir di Ujung Panjang, tetapi Yusuf justru membawa harum nama Kota Kediri.

Sekilas, Yusuf memang tidak berbeda dengan anggota polisi lainnya. Berbadan tegap, namun tetap ramah. Sehari-hari dia bertugas sebagai anggota kepolisian di Polres Kediri Kota. Pada Desember 2013 lalu, Yusuf juga meraih juara 3 di Kejuaraan Pencak Silat Provinsi Jawa Timur.

Ia berhasil menyisihkan 23 peserta dari perwakilan Jawa Timur. Lelaki yang menggeluti pencak silat sejak masih duduk di bangku kelas 1 SMP ini menjadi perwakilan dari Kota Kediri

Sebelum mengikuti Kejurprov Jatim, Yusuf pernah mewakili Kota Kediri di Kejuaraan Pencak Silat Tingkap Provinsi Banten “Jayeng Rana Cup”. Kejuaraan tersebut diadakan oleh Ikatan Pencak Silat indonesia (IPSI) Provinsi Banten, pada November 2015, Yusuf berhasil keluar sebagai juara I.

Meski belum menjadi “jawara” namun ia memiliki tekat menjadi bagian dari kontingen Indonesia di kejuaraan Internasional.“ Harapan saya bisa menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang bisa berlaga di kancah Internasional. Semua pasti mendambakan, begitu juga dengan saya,” ungkap Yusuf.

Untuk mewujudkan keinginannya itu tidaklah mudah. Dia dituntut untuk selalu berusaha dan berlatih keras. Itu sebabnya, setiap setelah solat Subuh dan sepulang dinas selalu digunakan untuk berlatih pencak silat. Yusuf berlatih dengan tekun. Ambisinya tinggi yaitu menjadi perwakilan Indonesia diajang Asean Games.

yusuf1

Biasanya, apabila pagi hari ia manfaatkan waktu itu untuk berlari dan melakukan olahraga berat. Diantaranya sit up, push up. Sementara sore hari ia gunakan untuk latihan tehnik-tehnik pencak silat.

Menurutnya  prestasi yang selama ini diraih tidak didapat dengan mudah. Ia telah berjuang keras dalam berlatih. Bahkan, tahun 2004 silam, saat dirinya dihadapkan pada dua pilihan berat.

Yakni  memilih mengikuti pendidikan di Kepolisian atau menjadi wakil dari Sulawesi Selatan pada ajang Kejuaraan Nasional Pencat Silat di Jakarta.Namun, karena menjadi polisi merupakan cita-cita sejak kecilnya, Yusuf akhirnya memilih untuk mengikuti pendidikan di kepolisian.

Pencak silat juga tidak pernah lepas dari dirinya. Itu karena, ketika masih usia 12 tahun Yusuf sudah mengenal dan menyukai silat“Semua perlu latihan dan kerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dan kuncinya adalah disiplin,” pungkasnya (res|aro)

“Bersama Menjaga Kamtibmas – KEDIRI MENANG”

#panjalujayati #RakyatbersamaPOLRI

Penulis : Didik

Editor : Iqbal96

Publish : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password