Kasus Penipuan di Kediri : 3 Pelaku Pengganda Uang Ditangkap

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri. AS alias Gus Rokhim (50) sopir mobil rental asal Desa Lodanwetan Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, SM alias Gatot (43) warga Dusun Joho Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri dan DA (47) sopir warga Desa Jajar Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, harus mendekam di tahanan Mapolsek Purwoasri Polres Kediri.

Ketiga pelaku ini telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan terhadap Saiful (50) guru asal Desa Baosanlor Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo.

Informasi yang dihimpun, kasus penipuan ini bermula pada awal bulan Januari 2017 lalu. Saat itu korban bercerita kepada temannya bahwa membutuhkan uang untuk melanjutkan pembangunan mushola.

Mendengar keluhan itu, teman korban berusaha mencarikan solusi dan menyampaikan bahwa punya teman yang mampu menggandakan uang milliaran rupiah, yakni SM. Setelah dihubungkan, SM meminta uang Rp 200 juta sebagai persyaratannya.

Korban yang tergiur kemudian menyanggupi permintaan SM. Saat itu korban hanya mampu mencari uang Rp 150 juta dan mendatangi rumah SM.

SM yang sudah merencanakan niat jahatnya itu menghubungi AS alias Gus Rokhim.

“Saat itu korban datang di rumah SM dan bertemu DA selanjutnya dikenalkan dengan AS alias Gus Rokhim yang mampu menggandakan uang,” tutur Kapolsek Purwoasri Polres Kediri AKP Ismu Kamdaris melalui Kasi Humas Polsek Purwoasri Aiptu Budi Santoso, Senin (13/2).

Ketiga pelaku itu kemudian merencanakan aksi penipuan tersebut. Korban yang terlanjur percaya menyiapkan rumah kosong sebagai tempat ritual yaitu di Purwoasri hasil meminjam rumah teman korban.

“Setelah mendapatkan rumah kosong ketiga pelaku melakukan aksinya,” terang Kasi Humas

Di rumah kosong tersebut, ketiga pelaku memainkan perannya masing-masing. AS sebagai dukun pengganda uang mengajak korban masuk ke kamar yang lampu penerangannya dimatikan. Kemudian, SM dan DA bertugas berjaga di pintu rumah.

“Saat di rumah kosong itu ketiga pelaku membawa alat ritual seperti 2 buah kendi, 1 potong kain warna putih ukuran 1 meter, dupa merk Josua, buah pir, apel merah, pisang, 2 gelas air putih, 2 gelas teh manis, 2 gelas kopi manis dan pahit”. papar Aiptu Budi.

Ritual dimulai, korban di dalam kamar yang kondisinya gelap gulita di suruh minum teh. Teh tersebut telah dicampuri obat tidur oleh para pelaku.

“Setelah minum teh yang dicampur obat tidur korban diperintahkan berputar oleh pelaku dengan menghafalkan doa yang diberikan oleh pelaku. Dan tidak lama kemudian korban jatuh pingsan”. jelasnya.

Saat korban tertidur, ketiga pelaku membawa kabur uang Rp 150 juta tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan Kasi Humas, setelah menerima laporan dari korban, pihaknya melakukan penyelidikan. Dan hasilnya ketiga pelaku berhasil ditangkap. SM dan DA ditangkap di rumahnya masing-masing. Sementara itu AS ditangkap di simpang lima gumul Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

“AS kami pancing untuk datang ke Kediri. Dan ternyata berhasil kita tangkap,” tegas kasi Humas

Saat ini ketiga pelaku masih dimintai keterangan guna penyidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Penulis : PID Polres Kediri

Editor : Kang Iqbal

Publish : Hendra

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password