Bunuh Diri Bukanlah Jalan Terakhir

Tribratanews.polri.go.id – Banyaknya angka kematian yang sia-sia karena bunuh diri, tidak mengenal usia muda maupun tua membuat kami miris ketika berada di lokasi TKP dan kami mencoba memberikan pemahaman kepada anda. Banyaknya kasus bunuh diri apa penyebabnya?
Bunuh diri bukanlah jalan keluar terakhir. Semua problem berat bisa diatasi, dan banyak orang telah berhasil melakukannya. Kehidupan Anda sangat berharga termasuk bagi orang lain. Bagi kan pesan ini kepada keluarga yang anda sayangi……INGAT BUNUH DIRI BUKAN JALAN TERAKHIR !!

Bunuh diri adalah sebuah tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri. Bunuh diri seringkali dilakukan akibat putus asa, yang penyebabnya seringkali dikaitkan dengan gangguan jiwa misalnya depresi, gangguan bipolar, schizophrenia, ketergantungan alkohol/alkoholisme atau penyalahgunaan obat. Faktor-faktor penyebab stres antara lain kesulitan keuangan atau masalah dalam hubungan interpersonal seringkali ikut berperan.

Faktor-faktor yang memengaruhi risiko bunuh diri antara lain gangguan jiwa, penyalahgunaan obat, kondisi psikologis, budaya, kondisi keluarga dan masyarakat, dan genetik. Penyakit jiwa dan penyalahgunaan zat biasanya saling berkaitan.Faktor risiko lain termasuk pernah melakukan percobaan bunuh diri, adanya sarana yang tersedia untuk melakukan tindakan tersebut, peristiwa bunuh diri dalam sejarah keluarga, atau adanya luka trauma otak. Contohnya, angka bunuh diri di keluarga yang memiliki senjata api jumlahnya lebih besar daripada di keluarga yang tidak memilikinya. Faktor sosial ekonomi seperti pengangguran, kemiskinan, gelandangan, dan diskriminasi dapat mendorong pemikiran untuk melakukan bunuh diri.

Banyak orang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin mati. Mereka bunuh diri untuk mengakhiri apa pun yang sedang terjadi. Beberapa surat pesan terakhir dari orang yang bunun diri sering mengandung kata-kata bahwa mereka sebenarnya tidak ingin mati, tapi hanya ingin mengakhiri problemnya.

Kata-kata seperti “Saya sudah tidak tahan lagi!“, atau, “Buat apa saya hidup?” bisa menjadi petunjuk yang memperlihatkan keinginan yang kuat untuk terbebas dari kerasnya realitas kehidupan. Dan jika mereka sudah dalam taraf yang tidak mampu mengatasinya, jalan pintas bunuh diri menjadi solusi terakhir bagi mereka.

Mencegah Bunuh Diri
Keinginan untuk bunuh diri seperti sebuah penyakit. Namun dengan penanganan yang tepat, keinginan itu bisa diobati dan disembuhkan. Jika Anda sedang menghadapi masalah yang berat, dan mulai memperlihatkan tanda-tanda seperti yang diuraikan di atas, langkah-langkah berikut ini telah terbukti sebagai obat yang ampuh untuk mengatasi keinginan bunuh diri:

Atasi masalah gangguan mental dan kecanduan.
Jika Anda memiliki masalah sehubungan dengan gangguan mental maupun kecanduan, segeralah hubungi ahlinya seperti psikiater. Mereka tahu cara terbaik untuk mengatasi dan merehabilitasi Anda.

Atasi perasaan kesepian dan segeralah bicarakan masalahnya.
Orang yang cenderung ingin bunuh diri, menganggap problemnya terlalu besar dan tidak dapat diatasi. Dan tidak ada seorangpun yang bisa diajak bicara. Jangan takut akan hal itu, segeralah berbicara dengan orang terdekat Anda. Keluarga Anda, seperti orang tua ataupun pasangan hidup adalah orang yang paling dekat yang bisa memahami Anda.
Banyak kasus bunuh diri, karena timbulnya perasaan kesepian. Segeralah cari teman yang bisa menjadi tempat mencurahkan perasaan Anda.

Membantu Orang yang Ingin Bunuh Diri
Apa yang harus Anda lakukan, jika seseorang sering mengatakan tidak tahan lagi dengan kehidupannya atau bahkan orang tersebut sudah mulai menyatakan secara langsung maupun tersirat bahwa mereka sudah tidak ingin hidup lagi? Beberapa langkah berikut telah berhasil mengatasi keinginan bunuh diri pada banyak orang.

Jadi pendengar yang baik
Cobalah jadi pendengar yang baik. Dalam banyak kasus, orang yang ingin bunuh diri biasanya menarik diri dan tertutup. Cobalah mendekatinya dan sadarilah bahwa kepedihan atau keputusasaan yang sedang ia rasakan benar-benar nyata.

Coba secara halus menyebutkan bahwa Anda melihat beberapa perubahan sikap dan perilakunya sehingga dapat menggerakkan dia untuk membuka diri dan mencurahkan perasaannya kepada Anda.

Berempati
Coba dalami perasaannya, dan katakan bahwa ia sangat berarti untuk Anda maupun orang lain. Jika ia bunuh diri, hal ini akan membuat hancur Anda dan orang lain juga.
Jauhkan benda berbahaya

Jauhkan darinya benda berbahaya apapun yang bisa menjadi alat untuk bunuh diri. Pelaku bunuh diri biasanya melihat banyak alat yang tersedia di sekitarnya membuatnya memantapkan tekad untuk bunuh diri. Misalnya tali, pisau, cutter atau bahkan senjata api.

Minta bantuan medis
Untuk kasus yang sudah cukup ekstrem, segeralah memanggil bantuan medis untuk menangani masalahnya. Misalnya sudah terjadi gangguan mental yang serius, Anda bisa segera menggunakan bantuan medis seperti psikiater atau rumah sakit jiwa yang tahu cara terbaik menanganinya.*

Sumber: (Inafis Polresta Pontianak Kota)
Editor : Kang Iqbal
Publis : Veri / Alam

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password