TMI Pastikan Tidak Bongkar Makam Tan Malaka di Kediri

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota –
Tim penjemputan gelar Datuk Tan Malaka yang diwakili Tan Malaka Institute (TMI) bertandang ke Pemkab Kediri, kemarin. Kedatangan mereka disambut Wakil Bupati (Wabup) Kediri Masykuri. Pertemuan sekitar pukul 10.00 itu berlangsung tertutup selama 1,5 jam.

Yudilfan Habib Datuk Monti mewakili TMI. Namun tidak ada kesepakatan apa-apa terkait pertemuan tersebut. Termasuk kegiatan adat pengembalian gelar Datuk Tan Malaka yang rencananya dilaksanakan Selasa (21/2) di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, juga tidak ada respons.

Ketika dikonfirmasi, Wabup Masykuri menyatakan, tamu dari TMI itu bukan dari Pemkab Limapuluh Kota, Sumatera Barat. “Mereka (TMI, Red) datang sebagai tamu biasa, tidak mewakili pemda (pemerintah daerah),”

Seperti diketahui, selama ini memang belum ada pembicaraan resmi antar dua pemda soal makam dan kegiatan penjemputan gelar oleh keluarga Tan Malaka dari Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota. Sebab Selasa (17/1) lalu, Pemkab Kediri sudah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Sampai kemarin, mereka masih menunggu kepastian Kemensos terkait status makam di Desa Selopanggung.

Sementara itu, Yudilfan Habib Datuk Monti mengatakan, pihaknya datang untuk bersilaturahmi dengan Pemkab Kediri. Pada kesempatan itu, Monti yang merupakan perwakilan pihak keluarga Tan juga bermaksud menyampaikan keinginan melaksanakan upacara adat penjemputan gelar. “Ini hanya penobatan gelar dari Ibrahim Datuk Tan Malaka kepada Hengky Novaron,” katanya.

Soal makam, Monti menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah, khususnya Kemensos. Dia meyakinkan, kegiatan Selasa (21/2) nanti bukanlah pembongkaran makam. Tetapi upacara adat. Malam harinya, direncanakan untuk haul Tan Malaka yang akan digelar di Ponpes Lirboyo. “Untuk masalah makam, pemerintah pusat punya tanggung jawab moral memperhatikannya,” ucapnya.

Monti pun memastikan, tujuan kegiatan yang dilakukannya adalah untuk memopulerkan kembali Tan Malaka sebagai pahlawan. “Setidaknya tokoh ini masuk dalam kurikulum pendidikan dari tingkat SD sampai perguruan tinggi,” tuturnya. Itulah tujuan utama dari kegiatan tersebut. Monti tidak ingin ada prasangka buruk terkait kegiatan penjemputan gelar itu,
Penulis : Reqy
Editor : Iqbal96
Publis : DIDIK

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password