Haul Nahdatul Ulama (NU) ke 91 di Kalsel Dihadiri Ribuan Warga

harlah-nu_20170211_171717

tribratanews.polri.go.id Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto menghadiri acara Hari Lahir Nahdatul Ulama (NU) ke 91, Sabtu (11/2) di Lapangan Sepakbola NU di Jalan A Yani Kilometer 12.500 Kabupaten Banjar. Acara ini juga dihadiri ribuan Nahdihin dan nahdihat NU se Kalimantan Selatan.
Tidak hanya itu, acara tersebut juga dihadiri para ulama, Bupati dan Wali Kota se Kalimantan Selatan. Turut hadir juga Ketua Umum PBNU KH Said Agil Sirad, Ketua PWNU Kalsel HM Syarbani Haira, Gubernur Kalsel yang diwakili Sekda Kalsel H Abdul Haris Makkie, dan mantan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin.
Tidak kurang dari 600 warga yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan mengikuti hari kelahiran sejak berdiri 1926, NU menggelar Hari Lahir Nahdatul Ulama (NU) ke 91 sekaligus Haul KH Abdul Qadir Hasan (Guru Tuha) ke 40.
Sebelum acara dimulai, riuh warga yang tiba pukul 08.30 Wita sangat antusius mengikuti seluruh kegiatan hingga berakhir pukul 12.30 Wita. Panas terik matahari tidak membuat surut semangat mereka mengikuti acara tersebut.
Acara tersebut diawali dengan pembacaan Surat Alfatihah oleh KH Hamdan Khalid dan Bupati Kabupaten Banjar.
Selanjutnya dengan pembacaan Kalam Ilahinoleh Trio Qori HM Abdul, H.A Sawiti dan HA Bugdadi serta Maulid Ad’dibai oleh Grup Maulid Raudhatusssyarif pimpinan KH A Supian dengan Tausiah Agama oleh KH Zuhdianpr atau Guru Zuhdi.
Ketua PWNU Kalsel, HM Syarbani Haira mengaku sangat bersyukur acara tersebut bisa terlaksana. Terlebih sejak 10 tahun menjadi ketua PWNU Kalsel baru kali ini acara dinilainya sangat besar.
Dalam kesempatan itu, dia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalimantan Selatan yang ikut mendukung hingga acara tersebut telaksana.
Ketua Umum PBNU KH Said Agil yang hadir dalam kesempatan tersebut dihadapan jemaah NU mengucapkan selamat atas terselanggaranya acara tersebut. Menurutnya, NU, satu persen pun tidak berpaling pada prinsip tidak ikut berpolitik praktis.
Dalam kesempatan tersebut KH Said Agil mengingatkan kepada jemaah tidak belajar agama di Google dan Youtube yang jelas sumbernya. “Bergurulah kepada yang tepat seperti Kai,” katanya.
Sementara KH Zuhdianor atau Guru Zuhdi dalam tausiah agamanya berharap pesantren-pesantren yang ada di Kalimantan Selatan mampu mencetak ustazd untuk agar bisa terus mensiarkan Islam di Banua.
Dalam kesempatan itu, Guru Zuhdi mengatakan, ulama jangan dibudaki dunia tetapi justru sebaliknya harus membudaki dunia. “Ulama jangan dibudaki oleh harta. Dunia harus musuh yang perlu diperhatikan,” katanya.

Admin Polri55935 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password