Cuaca Ekstrim Sambut Kontingen Garuda Bhayangkara IX di Darfur Sudan

IMG-20170210-WA0323-1

Tribratanews.polri.go.id – DARFUR:  Kontingen Garuda Bhayangkara IX tiba   di bandara El- Fasher, Kota El Fasher, ibukota Darfur Utara pada tanggal 21 Januari 2017. Cuaca yang cukup ekstrim harus dialami oleh kontingen kebanggaan Polri ini. Siang hari suhu 25° dan malam mencapai suhu 3° cukup membuat anggota kontingen susah payah beradaptasi namun seiring waktu anggota kontingen sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.

Kontingen dengan Kasatgas AKBP Ahmad Arif Sopiyan, SIK ini juga dihadapkan oleh persediaan air yang sangat minim karena hanya 3 hari sekali pasokan air bersih tiba di basecamp mereka. Jadi anggota kontingen harus ekstra hemat dalam penggunaan air bersih.

IMG-20170210-WA0322-1

“Pemakaian Air harus ekstra hemat mas” tutur Briptu Guruh Perdana anggota Kontingen  dari Polres Karanganyar.

Pada awal tahun 2017 ini Polri telah mengirimkan satu kontingen Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU)   ke Sudan sebagai bagian dari Peacekeeper dibawah bendera PBB. Satuan tugas ini tergabung dalam UNAMID (United Nations African Union Hybrid Mission In Darfur).

Hal ini merupakan kali ke 9 bagi Polri  mengirimkan pasukan dalam jumlah besar dalam sebuah Peacekeeping Operation. Satuan tugas ini dinamakan Kontingen Satgas Garbha II FPU Indonesia IX.IMG-20170210-WA0320-1

Formed Police Unit (FPU) adalah sebuah satuan tugas yang terdiri dari 140 personel polisi berseragam yang memiliki ketrampilan khusus kepolisian, seperti dalam pengendalian massa, menggunakan persenjataan dengan dibekali teknik dan taktik pertempuran kota, pembebasan sandera, serta mempu mengatasi gangguan keamanan bersenjata dalam tingkat intensitas resiko yang tinggi, dan mampu bergerak dengan cepat di dalam lingkup area penugasan misi perdamaian PBB.

IMG-20170210-WA0316

Konflik di Darfur sendiri meletus pada tahun 2003, yang menyebabkan jutaan manusia terpaksa mengungsi di IDP (Internally Displaced Persons) camps, dan sekitar ratusan ribu orang terbunuh akibat konflik berkepanjangan yang melibatkan faksi-faksi pemberontak yang melawan pemerintah Sudan. Dimana pemerintah Sudan sendiri menggunakan milisi bayaran dari suku keturunan Arab yang dikenal sebagai “Janjaweed” untuk menghadapi pemberontak yang berasal dari suku asli Afrika itu.

IMG-20170210-WA0313

Tugas-tugas yang diemban FPU antara lain yaitu memberikan dukungan kepada individual Police officer PBB untuk melaksanakan program-programnya, memberikan perlindungan kepada personel PBB, fasilitas, instansi, perlengkapan, serta memberikan keamanan untuk pergerakan staf PBB dan pekerja kemanusiaan Internasional, memberikan perlindungan kepada komunitas sipil yang rentan terhadap ancaman tindak kekerasan dengan melakukan patroli “Confidence Building” dan pengawalan, memberikan kontribusi keamanan di lingkungan IDP (Internally Displaced Persons) camps serta mendorong para pengungsi lokal dalam IDP itu untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing, serta tugas-tugas kepolisian lain seperti Pengendalian massa dan Pengawalan VIP.

Saat ini satgas garbha II fpu indonesia 9 memiliki Area Of Rensponsbility (AOR) di Kota El Fasher, ibukota Darfur utara.

Banyak tugas-tugas yang dilaksanakan. Tugas rutin yang sementara ini menjadi tanggung jawab FPU Indonesia adalah pengawalan individual Unamid untuk melaksanakan Community Policing di tiga IDP camps besar di El Fasher, yaitu Al Salaam, Abu Shouk, dan Zam zam.

Selamat bertugas kawan…semoga diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas negara…salam merah putih.| Iswanez

Editor : Kang Iqbal Asik, 96

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password