Kanit Binmas Polsek Suli Bersama Poktan Mattutui Panen Perdana Jagung Bisi 18

Tribratanews.polri.go.id, Luwu Sulsel – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menargetkan pada tahun 2017 ini, impor jagung sudah dapat dihentikan. Hal ini juga sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar tidak lagi mengimpor jagung.

“Saya sedang berusaha agar 2017 ini tidak impor lagi, alasannya karena pada 2016 itu impor jagung turun 66 persen dari target 4 juta ton. Yang diimpor hanya 900 ribu ton, dan itu menyelamatkan devisa negara Rp9 Triliun,” ungkap Mentan Amran Sulaiman saat menghadiri tatap muka dengan petani jagung di Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan Januari 2017 lalu.

Target nasional industri jagung pada 2017 adalah 25 juta ton. Dimana jumlah tersebut meningkat dari target 2015 yang hanya mencapai 19 juta ton dan tahun 2016 mencapai 23,1 juta ton.

“Kalau tahun ini bisa 25 juta ton, artinya tidak perlu menunggu 2018. Karena tahun 2017 sudah tidak perlu impor jagung,” pungkas Amran.

Dalam kunjungan Mentan Amran Sulaiman ke Kabupaten Takalar, turut pula Wakapolri Komjen Syafruddin dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang meninjau tanaman jagung hibrida di Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Senin (9/1/2017). Selain itu, turut hadir Kapolda Sulsel Brigjen Muktiono dan Pangdam VII/Wirabuana Mayjen Agus Surya Bakti.

Wakapolri Komjen Syafruddin dengan tegas mengatakan bahwa salah satu tugas Polri adalah memberantas kartel pangan. Sebab, hal itu merupakan salah satu penyebab meningkatnya impor, khususnya pangan ke Indonesia.

“Saya sampaikan tadi, salah satu yang menyebabkan atau indikatornya itu (impor pangan) adalah kartel, maka tahun ini ada sekitar 40 kasus kartel yang sedang ditangani Bareskrim Polri,” beber orang nomor dua di Polri tersebut.

Sekarang ini kebutuhan pangan sangat diperlukan untuk menstabilkan pangan nasional. Hingga waktu ke waktu yang akan datang, negara ini bisa stabil.

“Jadi satu-satunya yang bisa menstabilkan negara ini dan bisa berdiri tegak adalah terpenuhinya kebutuhan pangan. Oleh karena itu, aparat keamanan yaitu TNI dan Polri fokus ke situ,” ujarnya.

Untuk mendukung program pemerintah mencapai swasembada pangan, pihaknya kini sedang melakukan kerjasama dengan para petani dan Kementerian Pertanian untuk mengawal peningkatan produksi jagung.
“Dimana TNI sudah terjun ke persawahan di padi dan beras, kemudian Polri menyusul bersama-sama bergandengan tangan dengan para petani untuk mendukung itu semua. Masalah keamanan dijamin. Ini Kapolda, saya perintahkan untuk memperhatikan ini,” ujarnya.

Senada dengan Syafruddin, Mentan Amran juga mengakui tanpa dukungan dari TNI dan Kepolisian rasanya sulit untuk mencapai swasembada. Buktinya dalam kasus pupuk, Polri telah memproses 40 kasus hingga masuk penjara.

“Kami masih ingat di awal saya jadi Menteri, ada 40 kasus pupuk dikirim ke penjara. Sekarang pupuk tidak langka lagi, sudah terpenuhi. Dulu 300 kabupaten kami kunjungi, semua berteriak pupuk langka,” katanya.

Oleh karena itu, Amran menargetkan paling lambat tahun 2018 sudah swasembada jagung juga. Menurut Mentan yang asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini, sekian puluh tahun Indonesia mengimpor jagung dari Argentina, Belgia dengan Amerika. Tahun ini impor jagung turun 66 persen.

“Itu capaian tertinggi sepanjang sejarah republik ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mentan Amran Sulaiman bersama Komjen Syafruddin dan didampingi Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang serta Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono, dan Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus SB bergerak meninjau lokasi penanaman jagung seluas 1.500 hektar.

Dalam rangka ikut mendukung target Pemerintah itu yakni menghentikan impor jagung dari luar, serta agar terwujudnya ketahanan pangan nasional, Kanit Binmas Polsek Suli, Polres Luwu, Polda Sulsel, Aiptu Parussangi bersama Kelompok Tani (Poktan) Mattutui, Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan melakukan panen perdana komoditi jagung bisi 18, Rabu, (8/2/2017). Penanaman jagung ini merupakan kerja sama Polres Luwu dengan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu.

Selain para masyarakat tani, hadir pula dalam panen perdana jagung itu Penyuluh Pertanian dan Mantri Tani Kecamatan Suli, serta Lurah Suli Kabupaten Luwu.

Kanit Binmas Polsek Suli, Aiptu Parussangi mengatakan bahwa komoditi jagung tersebut dibudidayakan oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani, pada luas areal 25 hektare. Dia berharap, panen jagung tersebut menghasilkan produksi yang maksimal, sehingga Kabupaten Luwu pada umumnya, dan khususnya Kelurahan Suli, dapat berkontribusi besar untuk meningkatkan produksi pangan, utamanya jagung secara nasional.

Admin Polri56598 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password