Selamatkan Masa Depan para Pelajar melalui Program “Ayo Antar Anak ke Sekolah”

d73a5531-1a70-4541-9228-7a9cb40f2b6e

Tribratanews.polri.go.id – Polres Trenggalek, Kepedulian Polres Trenggalek terhadap pelajar sekolah tak pernah surut. Kepedulian itu diwujudkan melalui beberapa kegiatan preemtif, preventif hingga represif. Khusus bidang lalu lintas, Satlantas Polres Trenggalek terus gencar mengkampanyekan pelopor keselamatan berlalu lintas hingga police goes to school. Di satu sisi, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar baik sebagai pelaku maupun korban masih sangat dominan. Sedangkan disisi yang lain, larangan berkendara bagi pelajar menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat mengingat minimnya transportasi umum dan geografis pegunungan serta jarak sekolah yang relatif jauh.

Dalam rangka menekan kontribusi pelajar dalam laka lantas serta meminimalisir pelanggaran lalu lintas, Satlantas menggelar razia di depan kantor Kecamatan Karangan. Hasil  razia yang melibatkan 20 personel gabungan Satlantas dan Polsek Karangan ini cukup mencengangkan. Dalam kurun waktu satu jam menindak 115 pelanggaran yang didominasi oleh pelajar. “Mayoritas belum punya SIM, karena memang belum cukup usia”, ujar Kasatlantas AKP Heru Sudjio, SH.

Penertiban pelajar yang menggunakan sepeda motor oleh Satlantas Polres Trenggalek
Penertiban pelajar yang menggunakan sepeda motor oleh Satlantas Polres Trenggalek

Sementara itu, di lokasi yang berbeda, Polsek Pule juga turut menggelar razia di depan SMPN 1 Pule. Puluhan pelajar terjaring karena tidak memakai helm, motor tidak sesuai spektek hingga belum memiliki SIM. Kapolsek Pule, Iptu Suraji, SH menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah sebelum sebelum melakukan razia. Bahkan didahului dengan apel pagi bersama.

Penggelaran razia kepada para pelajar yang melibatkan pihak sekolah
Penggelaran razia kepada para pelajar yang melibatkan pihak sekolah

“Sangat prihatin melihat anak-anak yang belum cukup usia mengendarai sepeda motor, upaya ini untuk menyelamatkan anak-anak juga”, tandas Suraji yang diamini para Guru.

Kasatlantas juga menegaskan, pihaknya telah berupaya maksimal mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Salah satunya dengan menggelar gerakan “Ayo Antar Anak ke Sekolah”. Gerakan ini dimaksudkan agar orang tua atau siapapun (cukup umur) yang mau dan berkenan mengantarkan anak ke sekolah.

“Jangan biarkan mereka mengendarai motor sendiri. Tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri tapi juga orang lain”, tandasnya.

Heru berharap, gerakan “Ayo Antar Anak ke Sekolah” ini bisa menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah agar tidak ada lagi pelajar yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Pelajar yang mengendarai sepeda motor sendiri memang masih menjadi sorotan dan problem tersendiri di Kabupaten Trenggalek. Harus ada upaya dan langkah-langkah komprehensif dari semua stake holder untuk menyelesaikannya.

Penulis : Ady
Editor : Kang Iqbal
Publish : Handoko

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password