Patroli Unit Sabhara Polsek Pesantren, Polres Kediri Kota Razia Pelajar Membolos Kedapatan Simpan Video Porno

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota|
Patroli Sabhara Polres Kediri Kota kembali menjaring pelajar bolos sekolah. Kali ini tiga siswa yang diangkut ke markas komando (mako). Mereka tertangkap basah cangkruk di Sumber Cakarsi, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren saat jam pelajaran sekolah.

Mereka adalah La, 15, asal Pesantren; Da, 15, asal Kota Kediri, dan Im, 16, asal Pesantren. Kedoknya tetap terendus petugas meski ketiganya sudah mengganti seragamnya dengan pakaian bebas.

“Kita amankan saat sedang nongkrong di salah satu warung di Sumber Cakarsi,” terang Aiptu Supeni  Kasi Humas Polsek Pesantren

Patroli rutin sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka menyasar tempat-tempat yang rawan disalahgunakan para pelajar bolos. Ternyata benar, di Sumber Cakarsi tampak tiga anak usia sekolah sedang asyik bersenda-gurau di warung kopi. Meski sudah mengganti pakaian seragam dengan kaus dan celana jins, petugas tetap curiga mereka siswa yang membolos.

Saat dimintai keterangan dan dicek isi tasnya, ternyata ketiganya adalah siswa-siswa kelas IX SMPN di Kota Kediri. Mereka sempat mengibuli petugas dengan mengaku dari SMP swasta. Namun saat sekolah yang bersangkutan dihubungi, para pelajar ini akhirnya mengaku dari SMPN.

Ironisnya, dua dari tiga anak tersebut membawa telepon seluler (ponsel) berisi konten porno. Handphone (HP) itu milik Da dan Im. Ada yang berupa video dan gambar-gambar perempuan bugil.

Im mengaku, mendapat gambar porno tersebut dari teman blackberry messenger (BBM). Bahkan ada riwayat percakapan Im dengan seorang perempuan yang diperkirakan sepantaran.

Sekilas diketahui keduanya membuat janji untuk bertemu di salah satu kos-kosan di luar kota dan hendak melakukan perbuatan mesum. “Sungguh sangat memprihatinkan, padahal mereka ini mau ujian akhir

Ketiga siswa itu tampak diam dengan wajah pucat saat diberikan pembinaan di Polsek Pesantren,  Terkait dengan sanksi,  bahwa pihaknya hanya memberi hukuman menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membuat surat pernyatan.

“Sanksi lebih lanjut kita serahkan ke pihak sekolah karena mereka tertangkap saat jam sekolah,”

Petugas  akan terus patroli demi menciptakan situasi Kota Kediri yang kondusif. Apalagi Kota Tahu sudah ditetapkan sebagai kota layak anak dan aturannya sudah terpapar dalam Perda Nomor 1/2016 tentang Kota Layak Anak.

“Makanya kita upayakan mengurangi peluang-peluang terjadinya tindak asusila anak-anak maupun prostitusi terselubung,”  DIDIK (Res Kdr Kota)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password