Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota Ringkus 3 Pemuda Mabuk Pengeroyok Anak Selolah

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota|   Keheningan sekitar pertigaan Jalan Kawi, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto dini hari kemarin (7/2) pecah. Pasalnya tepat di timur jalan ada keributan dua kelompok pemuda yang sedang berkelahi.

Keributan yang terjadi sekitar pukul 00.30 ini menyebabkan tujuh anak babak belur. Dua di antaranya berkostum anak punk yang mengalami luka parah di kepala.

Dari di tempat kejadian perkara (TKP) terlihat kejadian pengeroyokan masih berlangsung. Tiga pemuda menghajar tujuh anak secara bergantian, karena diduga tujuh anak itu takut dan tidak melawan saat dihajar.

Dengan sambil berteriak-teriak, ketiga pemuda tersebut juga menendangi sepeda motor tujuh anak tersebut. Walaupun warga sekitar yang mulai terganggu mulai berdatangan. Namun mereka sepertinya enggan melerai karena diduga beberapa pemuda itu sedang mabuk. Hingga polisi datang ke TKP. “Kami terima laporan warga, langsung merapat ke TKP,” terang Kapolsek Mojoroto Kompol Didit Prihantoro.

Setelah polisi yang datang dengan mobil patroli abu-abu, ketiga pelaku langsung lari dengan berboncengan tiga menggunakan motor. Anggota polisi berpakaian preman yang keluar dari mobil langsung meminjam motor warga.

Mereka kemudian mengejar ketiganya ke barat yaitu ke arah Kelurahan Bujel. Beruntung ketiganya ditangkap oleh anggota polisi tersebut tak jauh dari TKP.

Ketiganya yang merupakan warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto itu yaitu Eko Maryin, 34, Andri Eko Purnomo, 25, dan Anri Wicaksono, 46. “Ketiganya beserta ketujuh korban langsung kami bawa ke Mapolsek,” ungkap polisi berpangkat melati satu.

Ketujuh korban yang masih di bawah umur itu kemarin siang terlihat dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum terkait luka yang diterimanya. Didit menerangkan, pengeroyokan itu diduga akibat kesalahpahaman di antara dua kelompok pemuda ini.

Bermula saat ketujuh anak yang menjadi korban ini sedang duduk-duduk di timur jalan. Tiba-tiba lewatlah Eko mengendarai sepeda motor melewati kerumunan tersebut.

Saat lewat diduga sambil  blayer-blayer (menggeber suara motornya dengan keras, Red). “Kerumunan anak-anak itu berteriak menegur agar berhenti,” terang Didit.

Bukannya berhenti, Eko lantas memanggil dua temannya dan kembali ke TKP. Terjadilah cekcok di antara kedua kelompok tersebut dan terjadilah pengeroyokan itu.

Saat ditemui di Mapolsek Mojoroto dini hari itu, In, 17 salah satu korban mengaku percekcokan itu disebabkan suara sepeda motor dari pelaku. Kemudian terjadilah salah paham dan In sempat meminta maaf karena menegur.

Namun ketiga pelaku tetap menghajar In dan kawan-kawannya yang merupakan pelajar asal Mojoroto ini. “Ya tidak tahu mas tiba-tiba kami dihajar,” ungkap In

Berbeda dengan pengakuan In. Kepada polisi, Eko dan kawan-kawannya mengaku kalau pengeroyokan itu bermula karena ada salah satu di antara In dan kawan-kawannya yang hendak memberhentikan Eko sambil mengacungkan parang.

Karena emosi, ketiganya langsung menghajar para anak-anaki yang duduk di SMA dan SMP itu. Mendengarkan pernyataan Eko dkk, polisi kembali ke TKP dan mencari parang yang dimaksud. “Tidak kami temukan parang itu di TKP,” ungkap Didit.

Ketiga pelaku yang di duga terpengaruh minuman keras berhasil kami tangkap dan saat ini ketiga pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif, terang Kapolsek Mojoroto  Kompol Didit Prihantoro, DIDIK (Res Kdr Kota)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password