Curas Di Palembang : Polisi Lakukan Pemetaan Tindak Kejahatan Begal Motor

tribratanews.polri.go.id – Polda Sumsel, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengadakan acara coffee morning dengan tema “ Penanggulangan Begal di Provinsi Sumatera Selatan ” di gedung Catur Cakti Mapolda Sumsel. Acara menghadirkan narasumber kriminolog dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (FH UMP) Sri Sulastri. Selasa (7/2)

Acara ini dihadiri oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, Wakapolda Sumsel, Irwasda, Pejabat Utama Polda Sumsel, tokoh masyarakat, perwakilan dari pemerintah daerah dan instansi pemerintah serta advokat dari Peradi Palembang,

Dalam sambutannya Kapolda mengatakan, fenomena tingginya angka kriminalitas di berbagai wilayah Kabupaten dan Kotamadya di Sumatera Selatan akhir – akhir ini sudah sangat meresahkan yaitu kejahatan dengan istilah 3 C (curas atau istilah begal, curat dan curanmor ) serta kejahatan penganiayaan dan penyalahgunaan narkoba. Dilihat dari data angka kejahatan yang terjadi pada tahun 2016 curas yang terjadi sebanyak 1526 kasus berhasil diungkap 869, curat yang terjadi 3636 kasus berhasil diungkap 1733 kasus dan Curanmor yang terjadi 1380 kasus dan berhasil diungkap 259 kasus.

Kapolda menambahkan, angka kriminalitas ini paling dominan dipengaruhi oleh faktor ekonomi.

Menurut Sri Sulastri dalam menangani kasus begal motor yang terjadi di Sumatera Selatan, polisi jangan hanya menangani pelaku pembegalan. Dalam kasus pembegalan motor yang tidak pernah terungkap apakah pembegalan motor tersebut atas pesanan dari jaringan atau penadah.  “Polisi juga harus menangani juga jaringan penadah sepeda motor hasil pembegalan,” ujarnya.

Menurut  Sri Sulastri dari informasi yang diperoleh termasuk dari korban dan pelaku, ada yang mengatakan pembegalan dilakukan bedasarkan pesanan jenis atau merek motor penadah. Kemudian dijual dalam bentuk motor bodong.

“Bahkan ada yang mengatakan di suatu tempat, ada yang memberi isyarat dengan memasang bendera bahwa penadah ada memiliki motor jenis tertentu yang dicari calon pembeli. Informasi seperti ini harus diungkap untuk menangani kasus begal motor,” ujarnya yang juga Wakil Dekan I FH UMP,

Sementara itu menurut, Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Prastijo Utomo, polisi telah melakukan pemetaan terhadap tindak kejahatan begal motor.

“Modus pelaku begal motor dengan pengadangan, dobrak pintu rumah, korban dipukul dan diikat kemudian mengambil harta benda korban. Biasanya aksi begal motor kerap dilakukan di jalan sepi, perumahan, pertokoan, perkantoran dan minimarket.”

Prastijo Utomo juga menjelaskan, dari keterangan pelaku pembegalan yang berhasil ditangkap, mereka melakukannya dengan motif ekonomi, pengangguran, pendidikan yang rendah, pengaruh lingkungan dan narkoba.

“Pelaku bukan hanya orang dewasa tapi juga ada yang masih berusia anak-anak. Mereka beraksi pada pagi sekitar pukul 5 – 6, siang hari pada pukul 13 – 15, sore atau petang pada pukul 18.00 dan malam haris dari pukul 22 – pukul 03 dinihari,” ujar Direskrimum Polda Sumsel.

 

Penulis  : Yulius

Editor    : Kang Iqbal 96

Publish  : Yulius

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password