THD 10.000 Butir diamankan Sat Narkoba Polres Tolitoli

Sat Narkoba Polres Tolitoli menangkap Lk MA yang berusia 18 tahun di Desa Ogotua, Kecamatan Dampal Utara, yang dikenal sehari-hari berprofesi sebagai petani, penangkapan ini adalah hasil pengembangan dari kasus penyalahgunaan obat di desa Lalos sebanyak 940 butir. Lk MA ditangkap oleh Sat Narkoba Polres Tolitoli yang dipimpin oleh IPTU Besrom Purba SIK pada tanggal 6 Februari 2017 pukul 20.00 WITA di Kampung Selayar, di salah satu jembatan, dan sedang bertransaksi dengan Lk SA yang pada saat penangkapan melarikan diri. Menurut keterangan dari Lk MA, obat THD tersebut berasal dari desa Ogoamas, dan yang mengambil obat tersebut adalah Lk SA, dan obat tersebut akan diperjual belikan atau diedarkan tanpa ijin.

PhotoGrid_1486437254659-1280x960[1]

Triheksifenidil atau biasa disebut THD ini adalah obat untuk mengatasi gejala Parkinson, dan juga digunakan untuk mengurangi efek samping obat antipsikotik pada pasien gangguan jiwa / skizoprenia. Penyakit Parkinson’s adalah penyakit degenerasi syaraf atau penurunan fungsi syaraf yang bersifat progresif (berkembang terus) yang umumnya terjadi pada usia lanjut, di atas 50 tahun. Gangguannya terjadi pada sistem saraf dopaminergik, yang berperan dalam fungsi gerakan, jadi penyakit ini ditandai dengan gangguan gerakan, misalnya tremor / gemetar, gerakan melambat dan kaku, dan seringkali terjadi ketidakstabilan postur. Pasien mengalami kekurangan neurotransmiter dopamin dalam sistem syarafnya. Gejala Parkinson akan muncul ketika sudah terjadi kematian 50-80% saraf dopaminergik.

Obat ini bekerja menghambat reseptor asetilkolin. Diduga, sistem kolinergik terlibat dalam pengaturan mood seseorang, yang menyebabkan peningkatan perasaan. Ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa obat golongan antikolinergik yang beraksi sentral (di otak) memiliki efek meningkatkan mood (euforia), walaupun efek ini tidak selalu terjadi dan seringkali tidak terkontrol. Sebenarnya efek halusinogenik yang mungkin ditimbulkan oleh obat ini termasuk jarang, yaitu 2-4% pasien saja yg akan mengalami, dan pada lansia kejadiannya bisa mencapai 19%. Sedangkan efek euforia baru akan tercapai pada dosis tinggi.

Dengan fenomena penyalahgunaan yang makin marak ini, memang perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran obat-obatan, orang tua lebih memerhatikan lagi pergaulan anaknya. Sebenernya penyalahgunaan obat adalah orang yang bodoh karena tidak memperhitungkan efek-efek lain yang akan ditimbulkan dengan penggunaan obat yang diharapkan memberikan efek euforia. Padahal efek-efek lain dari THD cukup banyak, antara lain mulut kering, konstipasi, gangguan penglihatan, kebingungan, gangguan urinasi, mual muntah, palpitasi, amnesia, insomnia, dan lain-lain, yang itu bisa melebihi efek euforia yang diharapkan. Ketika efek euforia tercapai, efek-efek lain yang berbahaya mungkin sudah duluan menghinggapi, dan bahkan bisa berakibat fatal ketika sudah mencapai dosis toksiknya.

Saat ini Lk MA beserta 10.000 obat THD dan uang tunai transaksi senilai Rp 400.000 diamankan di Polres Tolitoli guna penyelidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut.

Penulis : Aan
Editor : Kang Ikbal
Publish : Aan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password