Ketua DPRD Halmahera Tengah Terancam Dijemput Paksa

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terancam dijemput paksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara dalam kasus pengrusakan dan penjarahan fasilitas PT, Fajar Bakti Lintas Nusantara (FBLN) di pulau Gebe Kab Halmahera Tengah.

“Pemeriksaan Ketua DPRD Halmahera Tengah dengan status tersangka dilakukan hari ini, Senin 6/2/2017. Tapi yang bersangkutan tidak hadir, untuk itu kami akan jemput paksa jika surat  pemanggilan kedua kami layangkan besok dan diperiksa pada Kamis 9/2/2017” ungkap Dir Reskrimum Polda Malut Dian Harianto.

Ketua DPRD Halmahera Tengah Rusmini Sadar Alam sudah dua kali jadwal pemeriksaan tidak juga hadir untuk dilakukan pemeriksaan perdana dengan status tersangka. Pada 26 Januari lalu, penyidik belum dapat memeriksa tersangka dengan alasan sakit, sehingga pemeriksaan ditunda pada Senin (6/2/2017) tapi yang bersangkutan tidak hadir juga.

Menurut Kepala Direktorat Reserse Kriminal Umum Dian Harianto bahwa tersangka maupun penasehat hukum tidak memberikan alasan apa pada penyidik sehingga tidak hadiri dalam pemanggilan.

“Tidak ada alasan lagi baik pada penyidik maupun pada saya sendiri. Jadi nanti lihat selanjutnya tapi yang jelas surat yang kami layangkan itu bukan undangan sehingga tidak datang juga tidak apa-apa tapi yang kami layangkan itu surat pemanggilan resmi jadi kalau tidak hadiri harus ada alasan yang wajar,” tegasnya.

Dalam kasus pengrusakan fasiltas perusahaan PT FBLN di Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah ini, penyidik telah menetapkan 15 orang tersangka, termasuk Ketua DPRD Halmahera Tengah.

 

Penulis  : Humas Polda Maluku Utara
Editor    : Kang ikbal96
Publish  : Mandala Putra

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password