Kapolri Bahas Isu Keamanan di Pantai Timur Sumatera Bagian Utara di Sibolangit Sumut

tribratanews.polri.go.id – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberikan beberapa perhatian dalam kata sambutannya usai memberikan penghargaan dan pin perak kepada personil Polda Sumut yang berprestasi di sela sela kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah Pantai Timur Sumatera Bagian Utara di The Hill Sibolangit Kab. Deli Serdang Sumatera Utara. Rapat Koordinasi tersebut diikuti oleh Kapolda dan pejabat utama dari 6 Polda wilayah pantai timur Sumatera bagian Utara yaitu Polda Aceh, Sumut, Riau, Kepri, Sumbar, dan Polda Jambi.  Kapolri dalam kata sambutannya memberikan apresiasi terhadap langkah Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel untuk memberikan reward penghargaan kepada anggota yang berprestasi.

“Ini yang saya harapkan betul. Sistem harus kita perbaiki terutama dalam sistem pembinaan SDM kita. Inilah yang menjadi tantangan kita. Karena Sumber Daya Manusia menjadi aset terpenting dari Polri.” ujar Kapolri.

Kapolri menambahkan apabila reward and punishment dijalankan dengan benar dan konsisten, maka akan membuat iklim dan budaya kerja di Polri yang kompetitif dan sehat diantara satu dengan yang lainnya.

“ Anggota yang berhasil tidak hanya mengungkap kasus menonjol, juga berhasil dalam melakukan penggalangan dan pemberdayaan masyarakat seperti yang kita fokus sekarang ini pada penguatan bhabinkamtibmas. Karena bhabinkamtibmas merupakan mata dan telinga untuk mendeteksi dini gangguan kamtibmas pada wilayahnya dan dapat menjadi pula penyelesai konflik pada masyarakat. “ kata Kapolri.

Kapolri juga menyampaikan pemberian reward ini juga untuk memancing wilayah Polda lain untuk memberikan atensi perhatiannya kepada anggota dan menerapkan reward punishment ini secara konsisten.

“Saya juga minta kepada Kapoldasu Pak Rycko, kepada para personil yang mendapat penghargaan tadi agar betul betul diseleksi apabila ada yang memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan perwira agar dapat diprioritaskan.” kata Jenderal Tito diikuti tepuk tangan hadirin.

“Sehingga dapat memacu anggota lain untuk lebih berprestasi karena dapat mendukung karirnya.” lanjutnya.

Terkait pemberian hukuman atau disiplin, Kapolri mengingatkan untuk tidak terlibat pelanggaran dan tindak pidana sehingga menjadi pengkhianat organisasi. Kapolri akan menindak tegas bagi para oknum oknum yang mencoreng citra Polri ditengah upaya Polri untuk meningkatkan kepercayaan rakyat.

Dalam pembahasan selanjutnya dalam sambutannya pada rakorwil tersebut, Kapolri mengingatkan terkait pentingnya prioritas keamanan dalam pelaksanaan pilkada. Pada saat pelaksanaan pilkada terjadi keterbelahan pada masyarakat karena mendukung pilihannya dalam pilkada tersebut.

“Hal tersebut rawan. Untuk itu saya minta kepada Kepala wilayah, tempatkan konflik sosial sebagai ancaman prioritas nomor satu dalam penanganan kamtibmas masyarakat yang harus digalang, terlebih lagi menjelang pilkada. Karena Pilkada melibatkan massa” kata Kapolri.

“Dengan Polri proaktif, Polri dapat menekan ancaman potensi konflik. Kalau kita mampu memahami potensi konflik maka dapat menjadi modal dasar berikutnya yaitu bagaimana mencegah, kalau pun tidak bisa dicegah, bagaimana kita meminimalisir atau mereduksinya.” lanjut Kapolri.

Kapolri mengatakan setiap pihak pasti punya kepentingan berbeda, untuk itu sudah menjadi tugas Polri untuk menjembatani perbedaan tersebut agar tidak menjadi bibit konflik kedepannya.

“Dalam pelaksanaan pilkada, jajaran Satker dan Satwil yang tidak melakukan pengamanan Pilkada juga wajib mendukung dan membantu Polres yang melakukan pengamanan Pilkada di wilayahnya.” kata Jenderal Tito.

Kapolri juga menyoroti terkait penyelundupan barang barang ilegal yang sering wilayah pantai timur Sumatera.

“Jika penyelundupan terus berlanjut akan berdampak masuknya barang barang yang berbahaya, seperti masuknya narkoba dalam jumlah besar. Termasuk juga senjata api dan bahan peledak yang rawan untuk diselundupkan ke Indonesia.” kata Kapolri.

WhatsApp Image 2017-02-06 at 11.53.06

Barang komoditas yang masuk secara ilegal, tambah beliau, juga dapat menghancurkan industri dalam negeri karena tidak dapat bersaing dengan barang barang ilegal tersebut.

Kapolri juga mengingatkan terkait pelanggaran cukai terhadap barang barang ilegal yang masuk karena tidak dikenakan pajak cukai.

“Penerimaan negara tahun lalu dari pajak tidak tercapai target. Salah satu upaya Polri untuk membantu Negara dalam menaikkan pendapatan negara dengan menghadang masuknya penyelundupan dan peredaran barang ilegal yang terkena pajak tersebut.” ujar Jenderal Tito.

Usai memberikan sambutan dan memimpin rapat koordinasi wilayah di Sibolangit, Kapolri kemudian bertolak kembali ke Medan untuk melakukan penanaman pohon. Selanjutnya kembali untuk melaksanakan tugas di Jakarta. [rico]

editor : Kang Iqbal

Admin Polri54024 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password