KAPOLRES SOPPENG : Perketat Penjagaan, Ikuti Petunjuk

Tribratanews.polri.go.id – POLRES SOPPENG, Menyikapi arahan Kapolri Jenderal Polisi Tito Carnavian, berkaitan dengan penjagaan, pengamanan dan pengawasan rumah tahanan (Rutan) yang dimiliki pihak kepolisian, Kapolres Soppeng kembali mengintruksikan untuk memperketat penjagaan tahanan, Minggu (5/2).

Kapolres Soppeng Akbp Dodied Prasetyo Aji memberikan penekanan agar personil Polres Soppeng dan Polsek jajaran meningkatkan penjagaan, pengamanan dan pengawasan terhadap rutan di masing-masing Polsek. Dijelaskan lebih lanjut, saat ini Kepolisian Polres Soppeng tengah menahan beberapa pelaku kasus pidana berat, diantaranya pelaku penyalahguna Narkoba, pelaku pembobol mesin ATM, pelaku cabul dan lainnya, jelas Kapolres Soppeng.

Terkait hal tersebut, Kasie Propam Polres Soppeng Ipda Didid Rukminto rutin melaksanakan sidak untuk mengecek kesiapan personil yang bertugas mengamankan ruang tahanan khusunya tahanan yang berada atau di titip di Rutan Polsek.

Dalam Peraturan Kapolri (Perkapolri) Nomor 4 Tahun 2005, yang dimaksud Rumah Tahanan Polri yang selanjutnya disebut Rutan Polri adalah suatu tempat khusus untuk menahan seseorang sesuai dengan tindak pidana yang dipersangkakan kepadanya dalam proses penyidikan. Selain itu, pada salah satu bagian pasal menyebutkan juga bahwa, setiap tahanan juga pada prinsipnya berhak mendapat perawatan berupa : dukungan kesehatan, makanan, pakaian, dan kunjungan. Ketentuan lebih lanjut mengenai perawatan dalam bentuk dukungan kesehatan dijelaskan dalam Pasal 7 Perkapolri 4/2005. Salah satu yang diatur dalam ketentuan tersebut adalah kewajiban petugas jaga tahanan untuk meneliti kesehatan tahanan pada waktu sebelum, selama dan pada saat akan dikeluarkan dari Rutan dengan bantuan dokter atau petugas kesehatan.
Dalam keadaan darurat atau tahanan sakit keras, seorang dokter atau petugas kesehatan pun dapat didatangkan ke Rutan yang berada dan/atau ke rumah sakit dengan dikawal oleh petugas kawal sesuai dengan prosedur. Adapun yang dimaksud Petugas Kawal dalam Perkapolri nomor 4 tahun 2005 itu menyebutkan Petugas kawal adalah anggota Polri yang diberi tugas untuk melaksanakan pengawalan tahanan Polri selama tahanan berada di luar Rutan Polri.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa jelas kiranya bahwa hak narapidana maupun tersangka telah dilindungi oleh sejumlah peraturan yang kami sebutkan. Oleh karena itu, pihak-pihak yang bertanggungjawab langsung atas terpenuhinya hak-hak baik narapidana maupun tersangka harus mematuhi peraturan tersebut. Bagaimana pun juga, perlindungan hukum merupakan salah satu hak asasi manusia yang harus dijunjung oleh semua pihak.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password