Kapolres Jeneponto dan Jajaran Muspida Hadiri Apel Posko Terpadu Siaga Bencana

Tribratanews.polri.go.id, Jeneponto Sulsel – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Sulawesi-selatan (Sulsel) terus melakukan pemantauan perubahan cuaca pasca masuknya musim penghujan di wilayah Sulsel. Dari hasil pantauan BMKG wilayah IV, cuaca buruk mulai menderah sejumlah daerah utamanya Sulsel bagian utara.

Nurjannah Indriani, prakirawan BMKG IV wilayah Sulsel mengungkapkan, hujan lebat dan angin kencang diperkirakan akan terus terjadi di sepanjang musim penghujan. Utamanya di daerah-daerah rawan banjir dan angin kencang. Kondisi ini diakibatkan wilayah-wilayah seperti Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Luwu mendapatkan hujan sepanjang tahun, sementara Kabupaten Sidrap merupakan wilayah pertemuan suhu panas dan dingin yang mengakibatkan potensi angin kencang. “Cuaca buruk ini akan berlangsung hingga bulan April mendatang, dan untuk wilayah yang bakal diguyur hujan lebih banyak seperti kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Luwu, sedangkan Kabupaten Sidrap menjadi daerah yang sering terjadi angin kencang,” ujarnya. Selain angin kencang dan hujan lebat, hujan dengan intensitas sedang juga akan lebih sering terjadi.

Hujan tersebut akan terus terjadi di pagi hingga siang hari, bahkan pada malam harinya. Warga juga diminta untuk waspada dengan hujan lebat disertai petir, utamanya masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel menyebutkan ada empat bencana yang terjadi belakangan ini mulai dari banjir, longsor, puting beliung dan abrasi. “Dari 13 bencana yang ada di Indonesia, empat ini yang sering terjadi di Sulsel, apalagi memasuki saat seperti sekarang. Hasil analisa BMKG ini akan terjadi sampai Februari di pantai barat Sulsel dan selanjutnya akan terjadi pada April di pantai timur,” kata Kepala BPBD Sulsel, Syamsibar, Jumat (3/2/2017).

Syamsibar menyebutkan untuk banjir, hampir mereta terjadi di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Sejauh laporan terkahir, banjir masih menggenangi 3 desa di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros dan beberapa wilayah di bantaran sungai Welenae dan Danau Tempe di Kabupaten Wajo. Kepala BPBD Sulsel Syamsibar mengatakan pihaknya melalui BPBD kabupaten/kota, telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi memasuki puncak musim hujan. Salah satunya, untuk masalah tanah longsor yang sangat potensial terjadi. “Bupati atau walikota sebagai penanggung jawab, BPBD sebagai pelaksana teknis.

Untuk mengatasi longsoran, kita bekerjsama dengan Dinas PU yang memiliki alat berat seperti eskavator dan louder,” katanya. Kepala BPBD Sulsel Syamsibar mengatakan pihaknya melalui BPBD kabupaten/kota, telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi memasuki puncak musim hujan. Salah satunya, untuk masalah tanah longsor yang sangat potensial terjadi. Sementara untuk angin puting beliung juga terjadi di beberapa titik, Maros, Pangkep dan Sidrap. Bahkan menurutnya angin kencang juga mereta di beberapa daerah dan menyebabkan pohon dan bangunan rubuh.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan seluruh aparat mulai tingkat bawah hingga atas harus mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca ekstrim di wilayah masing-masing. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga sudah menyiapkan dana darurat untuk penanggulangan bencana jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kendati Syahrul tak mau menyebutkan besarannya, dana tersebut sewaktu-waktu bisa digunakan. Proses pencairannya juga dijamin tidak akan memakan waktu karena dibutuhkan penanganan yang cepat bagi penanggulangan bencana. Namun dia tetap berharap tidak terjadi hal-hal yang diinginkan di Sulawesi Selatan. Selain itu, sudah diperintahan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk cepat tanggap dalam menangani berbagai bencana. Daerah-daerah yang masuk dalam daftar rawan bencana harus mendapat perhatian khusus.

“Bupati, wali kota, camat, hingga lurah harus peka melihat kondisi saat ini, ” tegasnya. Instansi kesehatan juga dimintai tetap siaga dan mempersiapkan segala alat medis serta obat-obatan sehingga jika dibutuhkan sudah ada. Koordinasi juga terus dilakukan terutama dengan BPBD kabupaten/kota, BMKG, Basarnas, Kepolisian, TNI, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat. Tercatat sejak bulan lalu, longsor mulai terjadi di beberapa ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Seperti yang terjadi di Poros Bulu Dua, Dusun Kessi, Desa Gattateng Toa, Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng, yang menjadi penghubung Soppeng- Barru.

Memang sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Sulawesi-selatan telah mengingatkan seluruh pihak dan masyarakat di daerah ini untuk mewaspadai cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini. Dimana intensitas hujan akan turun secara terus-menerus, pagi, siang, sore bahkan hingga malam dan subuh hari. Kondisi cuaca ini berpotensi terjadi berbagai bencana alam, baik banjir, tanah longsor, angin puting beliung serta bencana lain yang perlu diwaspadai. Guna mengantisipasi dampak cuaca yang buruk, yang berakibat timbulnya berbagai bencana alam di daerahnya, Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto, S.IK bersama unsur Muspida se-Kabupaten Jeneponto menggelar apel posko terpadu siaga bencana. Gelar apel tersebut dilangsungkan di Kantor Dinas Polisi Pamong Praja Pemkab Jeneponto, Jumat, 3 Februari 2017, mulai pukul 09.00 Wita.

Pelaksanaan gelar apel posko terpadu siaga bencana itu dipimpin Bupati jeneponto Drs. Iksan Iskandar, M.Si. Selain dihadiri Kapolres Jeneponto, sejumlah unsur Muspida lainnya turut hadir Dandim 1425 Jeneponto, Ketua DPRD Jeneponto, dan beberapa SKPD Lingkup Pemkab Jeneponto. Kegiatan tersebut berlangsung aman dan terkendali.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password