Akhir Petualangan Hitam Yopi, Pelaku Jambret Di Tangan Massa

Tribratanews.polri.go.id, Makassar Sulsel – Seorang pelaku jambret, Yopi Devi Patanan alias Yopi (24), menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mitra Husada, Kamis, 2 Februari 2017sore. Sebelum meninggal dunia, Yopi sempat dirawat di RS Bhayangkara Makassar, usai diamuk massa di Jalan Sukaria. Tewasnya Yopi, pelaku jambret ini, berarti telah berakhir pula petualangan hitam pelaku di tangga massa yang merasa kesal dengan ulah kejahatannya.

Ia diamuk massa karena warga kesal dengan sejumlah aksi kejahatan jalanan yang dilakukannya, hingga suatu saat warga yang pernah menjadi korban mengenalnya. Pelaku pun diamuk massa hingga dievakuasi ke rumah sakit. Keluar dari RS Bhayangkara, kondisi kesehatan pelaku jambret itu drop dan kembali dirawat di Rumah Sakit Mitra Husada, tempat ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Dodik Suswanto, mengatakan saat diamuk massa, beruntung petugas dari Polsek Panakkukang yang sementara berpatroli melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melihat Yopi diamuk massa, dengan sigap aparat penegak hukum yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku. Akhirnya Yopi lolos dari amukan massa saat itu karena aksi jambret yang ia lakukan.

“Pelaku kami amankan di daerah Sukaria di pinggir kanal. Saat dilakukan pemeriksaan awal, yang bersangkutan ini mengakui perbuatan kriminal yang ia lakukan di beberapa TKP,” kata Dodik di Mapolsek Panakkukang, Jumat, 3 februari 2017.

Pelaku Yopi ini sehari setelah diamankan, anggota akan melakukan pengembangan. Tapi baru saja akan dibawa, dia jatuh. Anggota langsung membawa ke rumah sakit untuk dirawat dan langsung diinfus oleh dokter. Di RS Bhayangkara, pihak keluarga Yopi meminta untuk dipindahkan ke rumah sakit lainnya. Permintaan keluarga dituruti oleh polisi.

Menurut Dodik, dokter juga sudah punya rekam medik soal kondisi Yopi sebelum drop. Selain Dodik, polisi juga sudah mengamankan penadahnya. Dia adalah Asri, warga Jalan Malengkeri, Makassar. Pengakuan Asri, sudah dua kali membeli barang hasil curian Yopi.

“Ada laptop Acer yang saya beli 400 ribu dan hp Asus 550 ribu. Tapi saya tidak tahu dari mana itu barang. Dia datang minta agar saya beli karena butuh uang,” aku Asri.

Dari catatan hitam kepolisian, berikut daftar kejahatan yang dilakukan Yopi, sebagai berikut :
– Jalan Abdul Dg Sirua 2 lorong pada bulan Januari 2017
– Jalan Suka maju 6 pada bulan Januari 2017
– Jalan Sukaria 8 pada bulan Januari 2017
– Jalan Sukaria 8 pada bulan Agustus 2016
– Jalan Pettarani 7 pada bulan Desember 2016
– Kantor BPJS Jalan Pettarani pada April 2016
– Jalan Abd dg Sirua lorong 5 bulan Oktober 2015
– Jalan Abd dg Sirua lorong 5 bulan Januari 2017
– Jalan sukaria 8 pada bulan Oktober 2016
– Jalan Sukaria 11 pada bulan November 2016
– Jalan Sukaria 11 pada bulan November 2016
– Jalan Sukaria 5 seminggu lalu
– Jalan Rapocini lorong 3 pada bulan April 2016
– Jalan Racing Center pada bulan Desember 2016
– BTP (dekat polsek tamalanrea)
– BTP dekat warkop Phoenam
– Jalan BUMN
– Jalan BUMN pada bulan Januari 2017
– Jalan Tamamaung pada bulan Agustus 2016
– Jalan Sukamaju 5 pada bulan Januari 2017
– Tamaumaung pada bulan Januari 201

Tewasnya Yopi, pelaku aksi jambret di jalanan, tentu mengurangi angka kejahatan, terutama di Kota Makassar. Aksi jambret atau begal atau pencurian dengan pemberatan (curat) lainnya, tentu tak asing didengar oleh masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Jambret atau begal merupakan usaha perampokan, perampasan, pemerasan, ataupun penjambretan yang dilakukan secara paksa oleh seseorang atau sekelompok orang disertai dengan tindak kekerasan.

Aksi kejahatan di jalanan tersebut tentu sangat meresahkan bagi masyarakat, terutama bagi para korban itu sendiri. Korban tidak hanya kehilangan barang yang dimilikinya, akan tetapi juga mengalami luka fisik, psikologis dan ada juga yang sampai kehilangan nyawanya. Begal mengakibatkan trauma yang mendalam bagi sang korban dikarenakan korban mengalami suatu kejadian yang tanpa sengaja dan ditambah lagi dengan kekerasan yang menimpanya.

 

Kejahatan jalanan seperti penjambretan dan penodongan dilakukan pelaku karena banyak hal. Kesulitan ekonomi, menjadi salah satu faktor utama alasan pelaku kejahatan melakukan aksi penjambretan dan penodongan.

Pelaku kejahatan jalanan ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi kebanyakan, dilakukan oleh masyarakat di tingkat ekonomi bawah. Pengangguran, menjadi salah satu golongan pelaku yang kerap melakukan aksi penjambretan.

Untuk lokasi yang rawan kejahatan jalanan, ini biasanya terjadi di pusat perbelanjaan, tempat keramaian hingga jalanan umum. Kejahatan jalanan seperti perampasan atau jambret dan penodongan banyak menyasar kaum hawa. Perempuan rentan menjadi sasaran karena dianggap tidak akan melawan. Tidak hanya itu, kaum wanita memiliki ciri khas tersendiri dalam membawa tasnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password