Terjang Malam, Bantuan Bagi Desa Yang Tergenang Banjir Di Drop Polres Loteng

WhatsApp Image 2017-02-01 at 21.20.31

Tribratanews.polri.go.id – Loteng, Sore tadi dikunjungi, malamnya datang kembali dengan membawa dua mobil penuh bahan pokok bagi warga Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah pada Rabu (01/02) pukul 20.00 Wita. Bencana banjir rob yang menggenangi desa hingga setinggi lutut orang dewasa membuat beberapa warga was-was dan memilih untuk bermalam ditempat pengungsian. Sebab bukan persoalan air tergenang yang mereka takuti, tapi air kiriman dari laut ini dikhawatirkan akan mengganas sewaktu-waktu.

Banjir rob yang melanda Dusun Peras di Desa kidang ini ternyata menyita perhatian kepala Kepolisian Resort Lombok Tengah (Kapolres Loteng), AKBP Nurodin SIK MH. Terbukti walau terhalang gelapnya malam beberapa personel diturunkan langsung untuk mendrop beberapa bahan pangan berupa air mineral, mie instan, telur dan persedian air minum untuk membantu para korban banjir.

“untuk menolong sesama jangan ditunda – tunda, tidak perlu menunggu mereka mengiba baru kita bergerak. Ada rezeki ada kesempatan, salurkan langsung ke yang membutuhkan.” Pungkas polisi nomor satu di Kabupaten Lombok Tengah itu.

Baca Juga :

Sebanyak 2 mobil ranger dinas satuan lalu lintas dan sabhara diterjunkan dalam kegiatan amal ini. Kondisi malam yang gelap dan jalan tanah yang sempit, anggota kepolisian tempuh untuk sampai ke lokasi.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) KOMPOL Ketut Tamiana yang memimpin pergerakan anggota mengatakan “Selain bantuan seperti ini, kami juga nantinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendirikan dapur umum”. Harapannya bantuan yang diberikan atas nama keluarga besar Polres Lombok Tengah ini dapat meringankan beban masyarakat yang ada walau nilainya tidak seberapa.

Perlu untuk diketahui, banjir yang disebabkan naiknya air laut ini merugikan masyarakat hingga mencapai angka ratusan juta hingga miliaran rupiah, sebab tambak-tambak udang dan ikan yang menjadi ladang pencaharian warga ikut tersapu banjir.

“banjir rob ini langganan, pemerintah sejak dulu menjanjikan akan dibuatnya bronjong di sepanjang  sungai untuk menekan kemungkinan meluapnya air namun belum terealisasi hingga sekarang. Dampaknya banyak pengelola tambak yang rugi hingga 1,3 miliar banyaknya dikarenakan insiden ini” keluhan salah seorang warga kepada pihak kepolisian saat menerima sumbangan. (Zie)

Admin Polri53933 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password