PT Saraswati Didemo Karyawan, Tidak Terima Upah Borongan

Tribratanews.polri.go.id – Polres Touna,  Rabu (01/07) sekitar jam 08.45 Wita bertempat di perusahaan PT Saraswati coconut produk Ampana Touna berlangsung aksi spontanitas unjuk rasa karyawan PT Saraswati coconut terkait kebijakan perusahaan untuk merubah upah penggajian dari harian ke borongan yang ditolak oleh karyawan

IMG-20170201-WA0058

Sekitar jam 10.00 Wita hasil  koordinasi dengan Humas perusahaan Dody, pihak Nakertrans Touna Misnar SP, Soeratman SP yang dihadiri oleh Kasat Intelkam Iptu Reky P.H.Moniung, Kapolsek Ampana Tete IPTU Triyanto, Kades Mantangisi Djois N. Samali, Kades Mantangisi dan staf perusahaan diperoleh hasil dari pihak perusahaan yang diwakili Dody (humas perusahaan) menyampaikan Perubahan penggajian upah dari harian ke borongon untuk meningkatkan produksi dan mengakomodir tuntutan sebagian karyawan yang menginginkan adanya perpedaan antara karyawan yang aktif / rajin dan kurang aktif / malas

Untuk sementara waktu pihak perusahan akan menonaktifkan semua aktifitas perusahan, menunggu koordinasi dengan direksi pusat serta rapat internal perusahaan, Sebelum dilakukan perubahan sistem upah perusahaan sudah mendatangi dinas Nakertrans untuk meminta petunjuk namun tudaj ada seorangpun berhasil ditemui sehingga pada tgl 30 Januari 2017 perusahaan merubahnya untuk upah pada tanggal 1 Februari 2017 namun ditolak

Dalam hal ini perusahaan masih berupaya untuk mensejahterakan karyawannya dan menunggu dari rekan karyawan agar aktivitas produksi tetap berjalan

Kapolsek Ampana Tete Iptu Triyanto terkait permasalah antara perusahaan dan karyawan menyampaikan bahwa situasi sudah dapat dikendikan dan sudah kondusif, Karyawan telah diberikan pengertian dan berangsur membubarkan diri

 

Sedangkan dari pihak Nakertrans Kabupaten Touna Soeratman SP menyampaikan beberapa hal diantaranya bahwa UMR Kab.Touna Rp.1.037.500 tahun 2017, jika dirasa lebih tinggi harian untuk upah karyawan maka hal tersebut diserahkan kepada karyawan dan perusahaan untuk kesepakatan, Kebijakan perusahaan harus dapat dipahami dan saling menguntungkan agar kesejahteraan kedua belah pihak tetap terjaga

Pihak perusahaan harus segera menyelesaikan persoalan tersebut dg cara duduk secara bersama-sama untuk dapat mencari solusi jalan keluarnya yg terbaik untuk kedua belah pihak antara perusahaan dan karyawan, Perlu dilakukan sosialisasi kepada karyawan tentang hak dan kewajiban serta perlu dibentuk serikat pekerja sebagai jembatan bagi karyawan untuk menyampaikan aspirasi ataupun keluhan

Dalam aksi spontan ini Jumlah massa aksi sekitar 150 orang dan mendapatkan pengamanan dari puluhan personil gabungan  yang terdiri dari Polres Touna, Polsek Ampana Tete serta anggota TNI yang dipimpin Kasat Sabhara Iptu Imran Ismail, Aksi karyawan ini berjalan tertib serta damai dan aman hingga berakhir sekitar Jam 10.30 Wita.

Penulis : Ridwan

Editor   : Kang Iqbal

Publish : Ridwan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password