Tertib Lalu Lintas, Kota Pekalongan Kembali Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Dirjen Hubdar

Tribratanews.polri.go.id – Dinilai berhasil menata transportasi publik dengan baik, Kota Pekalongan tahun ini kembali meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI. Selasa (31/1).

Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) merupakan penghargaan yang dianugerahkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah karena mampu membangun dan mewujudkan budaya keamanan dan keselamatn lalu lintas dan angkutan jalan, serta meningkatkan kinerja penyelenggara transportasi perkotaan sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009.

Penghargaan berupa piala WTN Tahun ini, merupakan yang ketiga kalinya berturut-turut, setelah pada tahun 2014 dan 2015 Kota Pekalongan juga menerima penghargaan serupa.

Penilaian ini sendiri dilakukan atas kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil, terutama pada aspek penataan transportasi yang berkelanjutan dan berbasis kepentingan publik serta ramah lingkungan.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Kapolres Pekalongan Kota Polda Jawa Tengah AKBP Enriko Sugiharto Silalahi yang turut hadir mendampingi Walikota Pekalongan dan Kadis Perhubungan Kota Pekalongan memaparkan, bahwa pemberian penghargaan WTN ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 588 Tahun 2016 tertanggal 23 September 2016, tentang Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha untuk Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota Tahun 2016.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, penilaian yang tinggi berhasil diraih dari tersedianya marka jalan, rambu-rambu, serta kepedulian Pemerintah Kota Pekalongan terhadap keselamatan di jalan dengan diberikannya alokasi anggaran untuk pengadaan rambu dan lain-lain.

Atas prestasi tersebut, Walikota Pekalongan H. Achmad Alf Arslan Djunaid mengaku senang dengan prestasi yang kembali diraih Kota Pekalongan tersebut. “Ini menunjukkan Kota Pekalongan dinilai berhasil dalam pengelolaan lalu lintas, baik dalam penyediaan infrastruktur jalan, sarana prasarana lalu lintas, maupun sumber daya manusianya,” .

Menurutnya, hal ini tak lepas dari peran serta seluruh elemen masyarakat di kota batik. Termasuk seluruh stakeholder yang terlibat dalam penanganan lalu lintas dan angkutan jalan di kota batik. Stakeholder terkait ini, utamanya seperti Jajaran Satlantas Polres Pekalongan Kota. Juga pihak terkait lainnya, antara lain Organda, Satpol PP, Jasa Raharja, paguyuban transportasi umum, sekolah, dan seluruh masyarakat Kota Pekalongan.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password