Hindari Pengaruh Pergaulan Negatif Kalangan Remaja, Aparat Polsek Manggala Merazia Pelajar SMAN 10 Makassar

Polsek Manggala razia pelajar di sekolah

Tribratanews.polri.go.id, Makassar Sulsel – Salah satu problem pokok yang dihadapi oleh kota besar, dan kota-kota lainnya tanpa menutup kemungkinan terjadi di pedesaan, adalah kriminalitas di kalangan remaja. Dalam berbagai acara liputan kriminal di televisi misalnya, hampir setiap hari selalu ada berita mengenai tindak kriminalitas di kalangan remaja.

Kondisi tersebut cukup meresahkan, dan fenomena ini terus berkembang di masyarakat. Tentu saja tindakan kriminal yang dilakukan oleh remaja sangat bervariasi, mulai dari tawuran antar sekolah, perkelahian dalam sekolah, pencurian, hingga pemerkosaan.

Tindak kriminalitas yang terjadi di kalangan remaja dianggap kian meresahkan publik. Tindak kriminalitas di kalangan remaja sudah tidak lagi terkendali. Dalam beberapa aspek sudah terorganisir. Hal ini bahkan diperparah dengan tidak mampunya institusi sekolah dan kepolisian untuk mengurangi angka kriminalitas di kalangan remaja tersebut.

Beberapa tindak kriminal yang dilakukan oleh pelajar antara lain pencabulan yang dilakukan oleh seorang pelajar yang masih berusia 18 tahun terhadap korbannya yang masih berusia di bawah umur, tawuran antar pelajar Sekolah Menengah Pertama yang menelan korban jiwa. Tindakan kriminal lainnya yang kerap dilakukan pelajar dengan membawa senjata tajam, pelajar membbol gedung sekolah, mengambil beberapa handphone yang berada di gedung sekolah, seorang pelajar melakukan perampasan motor serta pencurian di tempat parkir.

Beberapa contoh diatas telah sedikit memberikan gambaran kepada kita tentang fenomena yang terjadi di sekitar kita. Kita sendiri mungkin masih menyaksikan bahwa perbuatan kriminalitas tersebut di lakukan oleh kalangan pelajar. Karena sejatinya pelajar tugasnya hanyalah belajar dan tetap berada di lingkungan yang kondusif dan sehat, bukan lingkungan yang buruk penuh dengan hal-hal yang mengarah kepada tindakan kriminalitas.

Mengantisipasi terpengaruhnya kalangan pelajar dengan aksi-aksi negatif yang dapat menggangu ketertiban dan ketentraman umum, maka oleh karena itu aparat kepolisian dari Polsek Manggala, Polrestabes Makassar, Polda Sulsel, Selasa, tanggal 31 Januari 2017 mendatangi salah satu sekolah di wilayah hukumnya. Petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan tas milik siswa SMA Negeri 10 Makassar. Ini dilakukan untuk mencegah tindak kriminalitas di kalangan siswa.

Kapolsek Manggala, Kompol Hasniati mengatakan, pemeriksaan ini melibatkan personel dari Polsek Manggala dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Manggala, Bripka Jufri. Sasaran dari pemeriksaan ini adalah senjata tajam (sajam) dan obat-obat terlarang seperti sabu-sabu dan obat daftar G.

Sembari melakukan penggeledahan tas milik siswa, Bhabinkamtibmas Kelurahan Manggala, Bripka Jufri juga menyosialisasikan mekanisme penerimaan menjadi anggota Polri.

“Bagi yang bercita-cita menjadi anggota Polri, agar mempersiapkan diri mulai dari sekarang baik fisik, mental dan kesehatan,” ujar Bripka Jufri.

Apa yang dilakukan jajaran Polsek Manggala, Polrestabes Makassar, Polda Sulsel terhadap siswa SMA Negeri 10 adalah hanya untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas terhadap anak. Meskipun begitu, keluarga mempunyai peran yang sangat penting, dengan cara mengajarkan anak untuk lebih mengenal agama.

Sehingga anak mampu membentuk kepribadian yang baik di lingkungan sekolah maupun kalangan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan sosok manusia yang mempunyai kepribadian khas yang muncul dari keimanan dan ketawqaan yang tinggi, serta memiliki kemampuan berbasis kompetensi yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendidikan diarahkan untuk menempa kepribadian siswa yang kuat dan mengembangkan potensi keterampilan secara optimal.

Potret buram remaja sebenarnya dapat dituntaskan dengan memperbaiki sistem hidup yang mempengaruhi pemahaman dan perilaku remaja. Untuk itu dibutuhkan peran dari berbagai unsur: sekolah, keluarga, masyarakat dan negara. Keseluruhannya bertanggung jawab dalam membentuk kepribadian yang baik pada remaja, kepribadian yang dibangun di atas iman dan taqwa.

Semuanya harus bersinergis untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan remaja. Keluarga merupakan institusi pertama dan utama yang melakukan pendidikan dan pembinaan terhadap anak (generasi). Di sanalah pertama kali dasar-dasar keislaman ditanamkan. Anak dibimbing orangtuanya bagaimana ia mengenal Penciptanya agar kelak ia hanya mengabdi kepada Sang Penciptanya.

Orangtua wajib mendidik anak-anaknya tentang perilaku dan budi pekerti yang benar sesuai dengan ajaran agama. Bagaimana anak diajarkan untuk memilih kalimat-kalimat yang baik, sikap sopan-santun, kasih-sayang terhadap saudara dan orang lain. Mereka diajarkan untuk memilih cara yang benar ketika memenuhi kebutuhan hidup dan memilih barang halal yang akan mereka gunakan. Dengan begitu, kelak terbentuk pribadi anak yang shaleh shaleha.

Admin Polri50194 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password