Buser Polsek Pesantren Polres Kediri Kota, Buru Penadah Kendaraan Hasil Penipuan Rental Hingga ke Madura

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota, Tim Buru Sergap (Buser) Unit Reskrim Polsek Pesantren berhasil menggulung sindikat penggelapan mobil rental. Mereka berjumlah empat orang. Tiga di antaranya warga Kediri sedangkan seorang yang lain warga Madura.

Masing-masing adalah Istuning Surya Putri, 36, warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren; Wiwik, 46, warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren; Sutrisno, 52, warga Desa Kolak, Kecamatan Ngadiluwih; serta Gozali, 41, warga Desa/Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Madura yang menjadi penadahnya.

Mereka dibekuk di tempat berbeda setelah bekerja sama menggelapkan mobil Toyota Avanza milik Arif Widodo, 33, warga Kelurahan Pocanan, Kecamatan Kota Kediri. Mobil berpelat nomor AG 1397 AO itu akhirnya bisa disita polisi dari kediaman Gozali di Madura. “Kami dilapori korban, Jumat siang (27/1). Langsung, tim reskrim kami bergerak,” terang Kapolsek Pesantren Kompol Sucipto kepada wartawan, kemarin.

Penggelapan ini bermula ketika Istuning dan Wiwik datang ke kantor rental mobil Arif di Kelurahan Banaran, Pesantren, akhir tahun lalu. Tepatnya pada Kamis, 17 November. Keduanya hendak menyewa mobil Toyota Avanza. Waktunya sepuluh hari. Harga yang disepakati Rp 2,5 juta.

Setelah kesepakatan terjadi, mobil dibawa Istuning dan Wiwik. “Sejak awal, keduanya memang berniat menggelapkan mobil itu. Sebab, tiga hari kemudian (20/11), mobil itu langsung digadaikan,” terang mantan Kapolsek Kandat itu.

Awalnya, keduanya hendak menggadaikan mobil tersebut kepada orang yang beralamatkan di Kecamatan Mojoroto dengan harga Rp 20 juta. Namun, setelah pembayaran terjadi, pembeli itu mengembalikannya karena khawatir bermasalah. Sebab, mobil tersebut tidak dilengkapi surat-surat.

Keesokan harinya Wiwik dan Istuning ganti meminta bantuan kepada Sutrisno untuk menjualkan mobil hasil kejahatan tersebut. “Oleh Sutris langsung dijual ke Gozali, kenalannya asal Madura ini,” ujar Sucipto. Oleh Gozali, mobil tanpa surat-surat itu dihargai Rp 30 juta. Lalu, uang hasil penjualannya dibagi rata oleh Wiwik, Istuning, dan Sutrisno.

Sejauh itu, Arif belum mengetahui apa yang terjadi. Ia baru curiga setelah pada batas waktu yang ditentukan, mobilnya tak juga dikembalikan. Sementara, Istuning dan Wiwik tidak bisa dihubungi. Dicari di kediamannya juga tidak ada.

Karena sudah lewat dua bulan tak juga dikembalikan, Arif yakin bahwa mobilnya telah digelapkan. Karena itu, ia melaporkan kasusnya ke Polsek Pesantren. “Langsung kami lakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan Istuning dan Wiwik,” ungkap Sucipto.

Sabtu siang (28/1), polisi berhasil menangkap Istuning dan Wiwik di rumah masing-masing. Dari keterangan keduanya, mobil tersebut sudah berada di Madura karena dibeli oleh Gozali lewat perantara Sutrisno. Siang itu pula polisi langsung menciduk Sutrisno.

Setelah itu, tim buser Polsek Pesantren langsung meluncur ke Madura untuk menangkap penadahnya. Minggu pagi (29/1), polisi berhasil menangkap Gozali di rumahnya. “Mobilnya juga kami temukan dan langsung kami sita,” ujar polisi dengan pangkat satu melati di pundak ini.

Sampai kemarin siang, polisi masih mendalami kasus ini. Keempat tersangka terus diperiksa secara intensif untuk mendalami dugaan adanya korban lain yang dirugikan oleh mereka.

Akibat perbuatannya, Istuning, Wiwik, dan Sutrisno dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Sedangkan Gozali dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan. Mereka ditahan di sel. “Kami masih mengembangkan kasusnya,” tandas Sucipto, DIDIK (Res Kdr Kota)

“Bersama Menjaga Kamtibmas – KEDIRI MENANG”

#panjalujayati #RakyatbersamaPOLRI

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password