Resmob Polres Parepare Bersama Unit Reskrim Polsek Soreang Meringkus Residivis Pencurian

Tribratanews.polri.go.id, Parepare Sulsel – Muh Ibrahim alias Ady (36 tahun) adalah residivis kambuhan. Dia ditangkap aparat kepolisian Unit Resmob Polres Parepare bersama Unit Reskrim Polsek Soreang pada Hari Senin, tanggal 30 Januari 2017, sekitar pukul 23.00 Wita. Penangkapan pelaku pencurian ini dipimpin oleh Kanit Resmob, Aiptu Benny Hasan.

Warga Jalan Masjid Tarbiyah Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang Kota Parepare, Sulawesi Selatan ini diringkus di rumahnya karena menjadi pelaku pencurian dengan membobol SD Negeri 1 Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Soreang Kota Parepare. Hal ini berdasarkan laporan polisi nomor LP/59/I/2017 Polda Sulsel Polres Parepare yang terletak di Jalan Anggrek nomor 2 Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.

Pelaku pencurian, Ibrahim dilaporkan oleh Dra. Halimah, beralamat BTN Timurama Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Residivis ini ditangkap, dengan sejumlah barang bukti hasil kejahatannya yang turut disita oleh aparat gabungan.

Adapun barang bukti yang berhasil di sita dari hasil kejahatan pelaku yaitu 4 (empat) buah gitar merk Yamaha warna cokelat dan 8 (delapan) buah handpone berbagai merk.

Kronologi kejadian, dimana pelaku masuk ke dalam perpustakaan dan kantin sekolah SD Negeri 1 Parepare dengan cara merusak grendel pintu perpustakaan dan pintu kantin. Setelah berhasil merusak pintu, pelaku kemudian masuk mengambil 4 (empat) buah gitar merk Yamaha berwarna cokelat, tabung gas elpiji 3 kg serta 10 (sepuluh) dos minuman teh gelas.

Pelaku merupakan resedivis yang pernah masuk Lembaga Pemasyarakatan dengan kasus serupa yakni pencurian. Selanjutnya pelaku dan barang bukti di amankan ke Polres Parepare guna proses penyidikan lebih lanjut.

Pelaku pencurian di Kota Parepare yang merupakan residivis tersebut dapat dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian (diefstal), berbunyi “Barangsiapa mengambil suatu benda yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan oranglain, dengan maksud untuk menguasai benda tersebut secara melawan hukum, maka ia dihukum karena salahnya melakukan pencurian dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau setinggi-tingginya enam puluh rupiah.”

Ciri-ciri pasal ini adalah merupakan pencurian dalam bentuk pokok (diefstal), merupakan delik formal, dengan adanya perbuatan “mengambil”, digunakan penafsiran teleologis dengan tujuan melindungi hak milik orang lain. Seseorang yang melakukan pencurian didorong oleh beberapa faktor yang mengakibatkan tindakan tersebut dilakukan.

Faktor yang mengakibatkan terjadinya pencurian, antara lain adalah ekonomi, pengangguran, tingkat pendidikan rendah, tidak memiliki penghasilan yang cukup dan sudah menjadi kebiasaan atau penyakit (kleptomania). Contoh kleptomania yang suka mengambil barang milik orang lain walau ia tidak membutuhkannya, hanya sebatas rasa ingin memiliki saja.

Untuk menghindari agar tidak menjadi sasaran aksi pencurian dapat dilakukan dengan cara memberi penyuluhan, meningkatkan keamanan. Contohnya pada kendaraan menggunakan alarm, memasang kunci stang, menghindari parkir di tempat sepi, memastikan semua pintu terkunci dan tidak meninggalkan barang berharga dalam mobil.

Pada rumah lebih baik dipasang alarm keamanan, timer yang dapat menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis saat tidak ada orang di rumah, memelihara anjing penjaga dan memasang kunci ganda, menggunakan jasa petugas keamanan. Atau bahkan bisa memasang kamera pengintai (CCTV). (*)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password