Cegah Pungli Polres Kediri Kota Mulai Terapkan E-TILANG Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota| Satlantas Polres Kediri Kota mulai menerapkan sistem sanksi bukti pelanggaran secara elektronik (E-Tilang). Kemarin, petugas unit turjawali satlantas memberlakukan pembayaran tilang dengan kartu elektronik atau ATM kepada sejumlah pelanggar lalu lintas.

Itu terjadi ketika mereka melakukan operasi di Jl Airlangga, Kota Kediri. Namun, hanya sedikit dari para pelanggar lalin yang memilih membayar denda dengan sistem E-Tilang.

Operasi Satlantas itu dilakukan sekitar pukul 09.30 hingga 10.30. Petugas memberi sanksi kepada pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat kendaraan atau melanggar peraturan lalin.

images (1)
Saat itulah, mereka menerapkan denda dengan E-Tilang. Namun, tidak semua pelanggar menggunakan sistem ini. Sebagian masih memilih dengan sistem manual. Yakni, dengan menerima surat tilang. Mereka harus mengikuti sidang di pengadilan seminggu kemudian.

“Masih awal, jadi kami terapkan dua sistem,” terang Kanit Turjawali Satlantas Polresta Ipda Andang Wastiyono.

Makanya, ia mengakui, petugas belum sepenuhnya memberlakukan sistem E-Tilang pada semua pelanggar. Hal ini karena program tersebut masih baru diterapkan di Kota Kediri. Belum banyak warga yang tahu.

Sehingga selain melayani pembayaran denda dengan E-Tilang secara online, pelanggar lainnya tetap bisa memilih sistem manual. Dari penerapan E-Tilang kemarin siang, hanya delapan orang dari total 31 pelanggar yang memanfaatkan E-Tilang. Sisanya, 23 pelanggar masih memilih bayar denda dalam sidang di pengadilan.

Menurut Andang, sedikitnya warga Kota Kediri yang memilih E-Tilang karena tak semua memiliki ATM. “Masih banyak yang belum punya ATM Mas, jadi mereka memilih sidang manual ke PN (pengadilan negeri),” jelasnya.

Dari pelanggar yang memilih E-Tilang, nominal denda yang dibayarkan lewat mesin gesek ATM yang dibawa polisi beragam. Tergantung jenis pelanggarannya. “Nominalnya dijamin sama jika para pelanggar E-Tilang ini membayar di pengadilan,” ungkap polisi berpangkat balok satu di pundaknya ini.

Selain membawa mesin gesek ATM di lokasi operasi, polisi juga membawa daftar biaya denda yang harus dibayar pelanggar lalin. Seperti pengendara tanpa SIM misalnya. Mereka akan mentransfer sebesar Rp 80 ribu. Jika tak bawa STNK dikenakan Rp 70 ribu. Pembayaran denda ini nantinya dikirim ke rekening Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri. Itu sama saat pelanggar lalin sidang di PN. Uang denda disetor ke jaksa yang nantinya masuk kas negara. “Kalau di daftar ini paling mahal Rp 220 ribu bagi pelanggar tanpa SIM truk gandeng,” ujar Andang.

Aslia Jalil, warga Makasar, yang lupa memperbarui SIM-nya sudah kedaluwarsa akhirnya ditilang, kemarin. Untuk membayar denda, dia memilih menggunakan sistem E-Tilang.  Sehingga harus mentransfer uang Rp 80 ribu.

Aslia merasa terbantu dengan pembayaran tilang secara online ini. Sebab dia hanya sementara di Kediri untuk menjenguk anaknya yang mondok di Ponpes Gontor. Jika mengikuti sidang di PN, jadwalnya bareng dengan kepulangannya ke Makasar.

“Cukup baik, hal ini juga meminimalisasi pungli yang dilakukan anggota kepolisian,” terang ibu 42 tahun ini – DIDIK (Res Kdr Kota *Radar Kediri)

Admin Polri55507 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password