Timsus Polda Sulsel Kejar Pelaku Begal yang Meresahkan Masyarakat Kota Makassar

Tribratanews.polri.go.id, Makassar Sulsrl – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) di jalanan yang dikenal dengan sebutan pelaku begal semakin meresahkan masyarakat. Persoalannya, pelaku begal jalanan tidak segan-segan melakukan kekerasan fisik, bahkan membunuh korbannya untuk menguasai barang milik orang lain yang menjadi target incaran mereka.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa kejahatan berbentuk pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan kekerasan atau yang dikenal dengan sebutan begal semakin membuat resah masyarakat.

“Semakin meresahkan. Banyak laporan masuk ke kami dari orang tua siswa yang menyatakan kekhawatiran terhadap kasus begal,” kata Komisioner KPAI, Susanto, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Tidak sedikit siswa yang menjadi pelaku atau bahkan korban begal. Sementara Orang tua menjadi khawatir melepas anaknya berangkat sekolah, begitupun para siswa juga jadi was-was saat harus berangkat sekolah.

Untuk itu, KPAI minta pemerintah dan penegak hukum untuk mengatasi kasus begal hingga tuntas. Kasus begal ini jangan sampai dibiarkan berlarut-larut, karena dikhawatirkan semakin banyak anak remaja yang menjadi pelaku atau menjadi korban.

Menurut dia, tren yang berkembang pada saat ini menunjukkan kondisi pelaku begal atau kejahatan lainnya semakin “meremaja” atau “memuda”. “Dengan kata lain, profil pelaku semakin hari semakin banyak yang berusia muda bahkan ada yang berusia 18 tahun. Berdasarkan hal tersebut, KPAI membuat sebuah kajian mengenai pemicu keterlibatan anak remaja pada praktek begal.

“Hasil kajian kita menunjukkan banyak sekali faktor penyebab anak terlibat begal,” katanya.

Rasa khawatir KPAI khsusunya, dan umumnya rasa was-was seluruh masyarakat yang diteror aksi begal jalanan, membuat aparat kepolisian bersikap tegas. Para pelaku begal pun dikejar dan ditangkap satu per satu untuk selanjutnya diberi ganjaran setimpal melalui proses hukum yang berlaku.

Salah satu bukti keseriusan polisi mengejar dan meringkus para pelaku begal jalanan, seperti yang diperlihatkan anggota Tim khusus (Timsus) Polda Sulsel meringkus seorang otak aksi pembegalan di Makassar bernama Rangga Serang (22 tahun). Lelaki pengangguran yang beralamat di Jalan Sultan Alauddin II Lorong 8, Setapak 1 Makassar, Sulawesi Selatan ini ditangkap Senin (30/1/2017), sekitar pukul 03.00 Wita.

Pelaku begal jalanan itu diciduk aparat kepolisian di Jalan Skarda N Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Pelaku ini biasanya melakukan aksi kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) di jalanan, yang umumnya mereka disebut kelompok begal jalanan.

Pelaku sudah lama menjadi incaran polisi. Setelah anggota Timsus Polda Sulsel mendapatkan informasi keberadaan Rangga yang sering melakukan begal sementara berada di Jalan Skarda Makassar, dengan sigap bergerak cepat, Timsus berhasil menangkapnya di lokasi dimaksudkan oleh sumber informasi.

Hasil interogasi awal, tersangka Rangga mengakui melakukan rentetan aksi begal jalanan di wilayah hukum Kota Makassar. Aksi begalnya antara lain pada Januari 2017, tersangka melakukan begal di Jalan Tabaria Hartaco bersama Restu. Korbannya waktu itu adalah perempuan yang sedang mengendarai motor, denganbarang bukti 1 (satu) unit Hp Android.

Tersangka Rangga bersama rekannya, Restu kembali beraksi di sekitar Benteng Somba Opu Makassar, yang korbannya adalah perempuan. Keduanya sempat mengambil 1 (satu) unit Hp Samsung J7. Keduanya juga melakukan penodongan menggunakan pisau terhadap seorang perempuan di Jalan Mallengkeri (dekat SD Negeri Mallengkeri) dan mengambil tas korban berisikan Hp android.

Catatan kejahatan lainnya di Bulan September 2016, tersangka melakukan begal di Jalan Adhyaksa bersama bersama Restu, dengan mengambil tas hitam berisikan dompet dan Hp. Selanjutnya pada Desember 2016, melakukan penodongan terhadap seorang laki-laki di Jalan Toddopuli Raya dan mengambil Hp Samsung android.

Aksi begalnya antara lain pada Januari 2017, tersangka melakukan begal di Jalan Tabaria Hartaco bersama Restu. Korbannya waktu itu adalah perempuan yang sedang mengendarai motor, denganbarang bukti 1 (satu) unit Hp Android.

Tersangka Rangga bersama rekannya, Restu kembali beraksi di sekitar Benteng Somba Opu Makassar, yang korbannya adalah perempuan. Keduanya sempat mengambil 1 (satu) unit Hp Samsung J7. Keduanya juga melakukan penodongan menggunakan pisau terhadap seorang perempuan di Jalan Mallengkeri (dekat SD Negeri Mallengkeri) dan mengambil tas korban berisikan Hp android.

Setelah tersangka Rangga tertangkap, aparat kepolisian melakukan pengembangan kasusnya. Alhasil, tersangka memberi informasi keterlibatan tersangka lainnya bernama Andi alias Vandi (20). Polisi lalu bergerak mengamankan tersangka Andi di Jalan Sultan Alauddin Lorong 8 Makassar.

Tersangga Rangga dan Andi mengakui melakukaan begal bersama di wilayah hukum Polsek Tamalate, tepatnya di jalan Abdul Kadir (sekitar Benteng Somba Opu).

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password