Bripda Lala , Dari Pelajaran Kimia Hingga Publik Speaking

bripda-lutfi-aprilla

Polda Jateng- Polisi Wanita (Polwan) satu ini punya keahlian di bidang kimia. Bukan tanpa sebab. Pasalnya, sebelum mendaftar dan diterima jadi polisi, dia sempat kuliah di Pendidikan Kimia hingga semester VI di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Dia adalah Brigadir Polisi Dua (Bripda) Lutfi Aprilla,22. April, sapaan akrabnya, kini bertugas di Rencana dan Administrasi (Renmin) Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Jawa Tengah di bawah komando Kabid Humas Kombes Pol. Jarot

“Waktu itu kuliah memang sudah hampir lulus, sudah semester VI. Tapi, saya melihat peluang lebih besar, akhirnya mendaftar polisi,” ungkap April saat mengobrol dengan tribratanews di Markas Polda Jawa Tengah, Sabtu (17/12/2016).

Dia bercerita, masuk kuliah di UNS pada tahun 2011, selepas lulus SMA Negeri 1 Blora, Jawa Tengah. Pilihan pada Pendidikan Kimia karena April memang menyukai mata pelajaran itu sejak SMA. Bahkan, dikatakannya, nilai kimianya selalu lebih tinggi di banding mata pelajaran yang lain.

Namun, karena tekadnya sudah bulat, April pun memutuskan cuti kuliah untuk mendaftar. Dia mendaftar melalui pengiriman Polres Blora. Berbagai tahapan seleksi diikuti hingga akhirnya lolos.

Tercatat, mulai Juni 2014 hingga Desember 2014, April menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto alias Diktuk Brigpolwan 2014. Kala itu, Kombes Pol Burhanudin  masih menjadi Kepala SPN Purwokerto. Selepas lulus, April sempat dua bulan bertugas di Polres Blora sebelum akhirnya ditempatkan di Bidang Humas Polda Jawa Tengah.

Soal rutinitas yang dijalani sekarang, tentunya sangat berbeda dengan sebelumnya.  Jika, dulu tiap hari bertemu rumus – rumus kimia, sekarang tugasnya memersiapkan segala sesuatu termasuk berkas untuk pimpinannya dan menjadi public speaking humas polda Jateng

“Iya, dulu tiap hari ngelab (praktik laboratorium),” ucapnya sembari tertawa.

Saat kuliah, gadis yang berulang tahun tiap 25 April ini, punya pengalaman terkesan. Waktu itu, sekira 2 tahun, April menjadi guru les privat mata pelajaran MIPA. Anak didiknya, ada empat orang, dari SD hingga SMA. April menjalani dengan sabar tiap hari, berangkat petang selepas kuliah pulang jam 9 malam.

Salah satu pengalamannya, waktu kali pertama memberi les, malah ditinggal sepak bola oleh anak didiknya, namanya Fahri. Namun, April tidak menyerah. Dengan berbagai pendekatan, akhirnya mau mengikuti les. Bahkan, saat mengutarakan niat berhenti memberikan les karena ingin mendaftar polisi, orang tua anak didiknya itu sempat tidak mau.

“Hehe, mungkin karena saking udah cocok sama saya, saking sayangnya sama saya. Sekarang, dia (Fahri) masih sering kontak. Sekarang sudah SMA, sekolahnya juga termasuk favorit,” tutup Polwan yang tinggal di Aspol Kalisari Semarang ini. ( kang iqbal96)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password