Rindu Ibunya, Santri Tuna Wicara di Pulau Panggung Tanggamus Lampung Tinggalkan Pondok Pesantren

tribratanews.polri.go.idPOLRES TANGGAMUS, Merindukan seorang ibu membuat Lilis (14) remaja santri di pondok pesantren Al-Falah Pekon Sumber Mulya Kecamatan Pulaupanggung Tanggamus Lampung pergi meninggalkan pondok tanpa pamit.

Hal tersebut dikatakan Kapolsek Pulau Panggung, AKP Abdul Roni setelah menerima informasi dari kepala pekon Gunung Megang kecamatan Pulau Panggung Tanggamus, Harson bahwa telah menemukan dan merawat seorang remaja tuna wicara.

“Kami mendapat telepon dari kepala pekon gunung megang telah menemukan seorang remaja perempuan tuna wicara pada Jumat (29/1) sore, kemudian kami berkoordinasi dengan Camat untuk mencari tau asal muasal remaja tersebut” kata Kapolsek Pulau Panggung AKP Abdul Roni. Minggu (29/1) siang.

Lanjut Kapolsek, dari hasil introgasi melalui tulisan, motif remaja berjilbab berparas cantik itu pergi meninggalkan pondok pesantren karena kangen kepada ibunya, akan tetapi tidak berpamitan kepada pengurus pondok. Lantas setelah orang tuanya datang pada hari Sabtu (28/1) dapat diketahui asal remaja tersebut.

Lilis (14) remaja berkulit putih tersebut namun memiliki kekurangan, penyandang disabilitas tuna wicara merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara pasangan Wahrim (53) dan Sari (52) asal Bengkunat Belimbing kabupaten Pesisir Barat, merupakan santri di pondok pesantren Al-Falah Pekon Sumber Mulya, setelah dipertemukan dengan ibunya raut wajah Lilis telihat bahagia.

“Setelah keluarganya datang dapat diterangkan semuanya, dia (lilis) langsung memeluk ibunya yang datang kemarin dari Bengkunat Belimbing kabupaten Pesisir Barat” ujar AKP Abdul Roni.

Sementara itu keterangan kepala pekon Gunung Megang Harson, mendapati Lilis pada Jumat sore, saat itu ia menumpang ojek, namun karena tujuan tidak jelas dan terkendala komunikasi pengemudi ojek menjadi bingung dan menurunkan Lilis di Pekon Gunung Megang dan sejak Jumat (27/1) sore menampung Lilis (14) kemudian tinggal dikediaman.

“Dia (Lilis) sudah lebih dari dua hari tersesat. Warga juga tidak mengenali dan tidak ada pula kerabatnya disini, akhirnya saya bawa ia kerumah sambil berkoordinasi dengan aparat Polsek Pulaupanggung,” ujar Harson.

Dikatakan Harson, jika aparat pekon maupun polsek saat itu kesusahan untuk mendapatkan informasi dari Lilis.” Kita kasih kertas, saat ditanya nama dia tulis, namun saat ditanya lain seperti nama orang tua dan alamat, ia tidak menjawab. Anaknya baik, soleha, sudah dekat sama istri saya, kemana istri saya pergi ia ikut,” katanya.

Petunjuk informasi mengenai Lilis, lanjut Harson, didapatkan pada Sabtu siang. Hal itu setelah Lilis menunjuk tasnya, dari tas itulah ada no telepon seluler (ponsel). ” Saat dihubungi nomor itu, ternyata saudaranya yang ada di Natar Lampung Selatan. Berdasarkan penuturan Saudaranya kalau Lilis ini adalah santri di Pondok Al-Falah Pekon Sumber Mulya Kecamatan Pulaupanggung. Akhirnya kami meminta agar pihak keluarga dapat menjemput Lilis, begitu juga pihak pondok kita hubungi,” ucapnya.

Lilis diserahkan kepada keluarganya disaksikan Camat Pulau Panggung, Syarif Zulkarnain,  Bhabinkamtibmas pekon Gunung Megang, Brigadir Nopri, perwakilan Koramil, dan aparatur pekon setempat dalam keadaan sehat. | N.Muslih / Editor : Kang Iqbal / Publish : N.Muslih Lpg

Admin Polri56695 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password