Cegah Tahanan Kabur, Kapolres Sidrap Sulsel, Sidak Ruang Tahanan

Tribratanews.polri.go.id, Sidrap Sulsel – Tahanan kabur karena longgarnya pengawasan, bukan lagi cerita baru di rumah tahanan (rutan). Sarana dan prasarana rutan yang tak memadai serta sistem evaluasi pengawasan yang lemah, adalah dua faktor penyebab paling menonjol.

Terakhir, peristiwa kaburnya tujuh tahanan narkoba Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, pekan lalu, dipandang sebagai akumulasi dari faktor-faktor itu. Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebut ada sistem evaluasi yang harus dilakukan agar skema pengawasan di rutan lebih menjamin.

Mengantisipasi kasus serupa, Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rutan Polres Sidrap, Jumat (27/1/2017). Anggi mengecek langsung sarana rutan dan sistem penjagaan yang diberlakukan.

“Ini penting untuk dievaluasi. Terutama soal sarana, apakah masih laik atau tidak. Kalau tidak kita evaluasi apa yang harus diperbaiki,” jelasnya.

Yang kedua, kata Anggi, yang tidak kalah penting adalah kesiapan personel dalam penjagaan. Skema penjagaan harus tepat. Jangan sampai justru membuka celah bagi para tahanan untuk kabur.

“Biar sarananya bagus kalau penjagaan longgar, itu akan jadi celah. Begitu juga sebaliknya, penjagaan ketat harus didukung oleh sarana yang memadai. Jadi keduanya harus saling mendukung,” paparnya.

Dalam sidak kali ini Anggi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan selain makanan sisa dan pakaian tahanan yang berantakan. Anggi menambahkan, pengecekan terhadap tahanan ini dilakukan untuk mengantisipasi terbukanya celah untuk mereka kabur.

“Jangan lupakan juga pembesuk harus diantisipasi. Karena banyak kasus, pembesuk itu yang membuka celah bagi mereka. Pengawasan harus ekstra terhadap siapapun,” tegasnya.

Kasus tahanan kabur menjadi tantangan bagi kepolisian. Kasus seperti ini menjadi persoalan klasik, terutama di polsek-polsek dengan struktur tahanan tidak berstandar. Sarana yang tak memadai lagi-lagi menjadi faktornya.

Hal ini juga disampaikan Kapolri Tito Karnavian tentang pentingnya evaluasi duab faktor itu. Ia mengatakan, evaluasi terkaittahanan kabur mencakup tentang kelayakan gedung yang digunakan untuk rutan dan petugas keamanannya.

“Apakah karena gedungnya, atau karena faktor orangnya, petugasnnya yang lalai dan lain-lain. Itu perlu jadi evaluasi,” ucap Tito.

Diakuinya, rutan di Indonesia belum semuanya dikatakan laik. Banyak rutan yang memang membutuhkan rehabilitasi karena faktor usia.

Tahana kabur tidak hanya menjadi persoalan kepolisian di Indonesia. Di negara-negara maju, tahanan kabur juga masih kerap terjadi, bahkan pada penjara dengan sistem keamanan ekstra sekalipun.

Di Amerika Serikat, pada 2014 lalu, dua tahanan yang terlibat kekerasan berantai di negara bagian Texas kabur dari tahanan dengan cara membobol tembok tahanan. Mereka baru berhasil diringkus setelah dua bulan dalam pelarian.

Kita juga masih ingat sejarah kelam penjara paling menakutkan di dunia, Alcatraz. Pada dekade 80-an empat tahanan kabur dari pulau tak berpenghuni itu, yang menyebabkan Alcatraz ditutup.

Sampai saat ini tidak diketahui nasib keempat narapidana itu. Di Kubu, sebuah penjara wanita juga pernah kecolongan. Dua tahanan perempuan yang terlibat pembunuhan berencana kabur, dua hari sebelum dieksekusi mati.

Ini menggambarkan bahwa kasus tahanan kabur juga menjadi persoalan di negara-negara maju. Sistem keamanan dan faktor sarana gedung, dan komitmen para penegak hukum menentukan langkah ke depan.

Digambarkan, Alfonzo W Mick, seorang penulis buku kriminal jalanan di Amerika menggambarkan dalam tulisannya bahwa kejahatan itu terjadi bukan saja pada saat peristiwa terjadi. Tapi saat orang dalam masa penahanan, kejahatan juga masih bisa terjadi.

“Di dalam tahanan orang belum tentu sadar akan perbuatannya. Tahanan bisa membuat orang menjadi semakin brutal dan gila. Buktinya, di tahanan orang bisa membunuh sesamanya tahanan. Tahanan bisa kabur dan mengelabui petugas. Itu indikasi, bahwa kejahatan tidak pernah berhenti dengan hukuman,” sebutnya dalam bukunya. (*)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password