Satlantas Polres Inhil Riau, Sasar Saka Bhayangkara untuk Disiplin dan Jauhi Narkoba

tribratanews.polri.go.id – Polres Inhil – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Indragiri Hilir memanfaatkan momen libur tahun baru Imlek 2568 untuk mensosialisasikan Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang keselamatan dalam berlalu lintas, bahaya narkoba dan penyalahgunaan Lem yang dikenal dengan istilah  “ngelem” oleh kebanyakan pelajar atau remaja saat ini.

Berdasarkan informasi yang di himpun oleh www.polresinhil.com, sekitar 60 orang Saka Bhayangkara Polres Inhil mengikuti sosialisasi tersebut di Gedung Kwarcab (kwartir cabang), Jl. Soebrantas, Tembilahan, Kab.Inhil yang dipimpin oleh Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Inhil Ipda Yurnalis. Selain Kanit Dikyasa, kegiatan yang dimulai pukul 10.30 Wib ini turut dihadiri oleh Kaur mintu Sat Binmas Ipda Gustian Yusuf dan Kanit Patroli Sat Sabhara Ipda Herman Sukandar. Personel Unit Dikyasa dan beberapa Polwan turut hadir dalam sosialisasi ini, Sabtu (28/01/2017).

Kasat Lantas Polres Inhil AKP Jusli, S.H saat di konfirmasi www.polresinhil.com mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan agar para anggota Pramuka Saka Bhayangkara Polres Inhil mengerti dan mematuhi serta memahami tentang peraturan lalu lintas sesuai dengan Undang-undang No. 22 tahun 2009.

AKP Jusli, S.H menilai bahwa dengan adanya sosialisasi ini memberikan pengenalan tentang lalu lintas sejak dini. Sehingga para pelajar akan mentaati Rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, isyarat pengatur lalu lintas dan melengkapi keamanan diri dalam berlalu lintas.

Dia juga menyebutkan keprihatinannya terhadap sebagian pelajar ataupun remaja saat ini yang terlibat aksi penyalahgunaan Lem maupun Narkoba.

“Kita berharap anggota Pramuka Saka Bhayangkara dapat memahami bahwa penyalahgunaan narkoba dan ngelem merusak jaringan otak yang dapat menimbulkan kematian bagi pengunanya dan merugikan diri sendiri serta menimbulkan kekesalan dan kekecewaan orang tua,” kata Kasat Lantas Polres Inhil saat dikonfirmasi, Sabtu (28/01/2017).

Melalui sosialisasi ini, AKP Jusli, S.H juga ingin membuktikan bahwa polisi sekarang adalah polisi yang humanis dan profesional. Polisi bukanlah sosok yang harus ditakuti atau Polisi tidak menjadi momok bagi anak-anak seperti selama ini tertanam pada kebanyakan diri anak-anak.

“Jadilah Pelopor Keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” pungkas nya. (RFS)

03
02

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password