Ciptakan Intelijen Profesional, Polres Soppeng Gelar Pelatihan

Tribratanews.polri.go.id, Soppeng Sulsel – Intelkam di tubuh Polri adalah resonansi yang memberi pengaruh besar dalam menjalankan tugas-tugas intelijen. Peran Intelkam pascareformasi semakin urgen, karena turut menyentuh sistem keamanan negara.

Karena itu, Polri secara periodik melakukan pelatihan fungsi teknis Intelkam. Seperti yang digelar Polres Soppeng di Aula Patria Tama, Jumat (27/1/2017), pelatihan bertajuk VCD Fungsi Teknis Intelkam itu melibatkan puluhan satuan Intelkam di jajaran Polres Soppeng.

Kegiatan ini sebagai penguatan fungsi kepolisian di bidang intelijen. Kepolisian diharapkan memahami tugas-tugas intelijen di lapangan. Menguasai taktik dan teknis operasi yang berstandar.

“Fungsi intelkam di kepolisian itu sangat urgen. Penguatan fungsinya hanya bisa berjalan jika personel memahami betul taktik dan lingkup tugasnya dalam sebuah operasi,” ujar Waka Polres Soppeng Kompol Catur BS saat membuka pelatihan ini.

Ia menyebutkan, setelah era reformasi, ada perubahan bentuk fungsi dari intelijen di kepolisian. Intelkam memiliki ruang lingkup tugas yang lebih luas. Sehingga tuntutan kualitas personal sebagai anggota Intelkam juga semakin besar.

“Intelkam dituntut terus mengasah diri. Memahami tugasnya dengan baik, dan terus memperbaiki kinerjanya. Kinerja Intelkam turut menentukan kinerja institusi Polri secara keseluruhan,” terang Catur.

Lahirnya Maklumat X tanggal 3 November 1945 yang membebaskan masyarakat untuk membentuk organisasi dan partai politik, menjadi titik tolak berdirinya Badan Intelijen Kepolisian. Intelijen di kepolisian ini dinilai penting untuk berdiri sebagai bentuk lonjakan aspirasi.

Keberadaan partai politik diasumsikan akan membangun situasi yang tidak kondusif bagi penegakan keamanan dalam negeri. Karenanya, kekuatan intelijen dipandang bisa meresonansi gangguan keamanan yang disebabkan oleh aktivitas perpolitikan itu.

Hanya saja pada waktu tuugas pokok dari intelijen kepolisian masih lebih spesifik. Terbatas hanya pada pengawasan aktivitas masyarakat yang berafiliasi dengan kegiatan politik dan organisasi.

Seiring dengan perjalanan waktu, DKN kemudian dikeluarkan dari lingkungan Departemen Dalam Negeri, dengan diterbitkannya Penetapan Pemerintah No. 11/S.D tahun 1946 pada tanggal 1 Juli 1946. Sehingga struktur organisasi DKN langsung di bawah Perdana Menteri.

Pasca reformasi dan pemisahan Polri dari ABRI, struktur Polri direorganisasi melalui UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian dan Peraturan Presiden no. 52 tahun 2010. Saat itulah Baintelkam Polri dilebur dalam tugas pokok bidang intelijen keamanan yang berada langsung di bawah Kapolri.

Kemudian berdasarkan Instruksi Presiden No 5 tahun 2002, seluruh kegiatan intelijen di Indonesia dikoordinasikan oleh Badan Intelijen Negara. Berangkat dari sinilah, tugas intelijen Polri semakin luas. Mereka juga telah menyentuh pada sistem keamanan negara dan masyarakat.

Kepala Satuan Intelkam Polres Soppeng AKP Mas Uding mengatakan, personel Intelkam punya tanggung jawab besar. Mereka turut menentukan sistem keamanan negara dan stabilitas di masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan agar dalam rangka pelatihan ini personel dapat lebih mahir, terampil serta profesional dalam melaksanakan tugas. Mengintrospeksi diri agar kedepannya dapat diperbaiki,” tutup Kasat Intel.

Cahya Suryana, dalam sebuah literatur mengklasifikan kerja-kerja intelijen kepolisian sebagai proses penginderaan awal atau lebih dikenal dengan early warning system (sistem peringatan dini). Kegiatan intelijen kata dia, merupakan bagian integral sistem peringatan dini.

“Tugas umum intelijen adalah mengumpulkan, menganalisa dan memberikan informasi yang diperlukan kepada pembuat kebijakan dalam mengambil keputusan terbaik untuk mencapai tujuan,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, tugas-tugas intelijen di lingkungan Polri, diklasifikasikan dalam tiga bentuk yaitu penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Kegiatan operasional Intelkam dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi, mengamankan obyek serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan tugas Polri lainnya.

“Jadi Intelkam itu punya fungsi yang sangat menentukan. Di sinilah dimulai kerja-kerja Polri yang tepat. Semakin kuat Intelkam, semakin besar peluang suksesnya kinerja Polri,” kunci dia. (*)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password