Penemuan Sepasang Sepatu Jadi Petunjuk Terungkapnya Kasus Perampokan di Buluspesantren Kebumen

tribratanews.polri.go.id – Polres Kebumen, Kasus Perampokan yang menimpa Sugeng Wahyudi (42), seorang perawat atau lebih akrab dengan sebutan mantri kesehatan yang ditemukan meninggal dunia pada hari Sabtu (21/1/17) akhirnya bisa diungkap oleh Sat Reskrim Polres Kebumen. 3 orang pelaku dan barang bukti berupa 1 unit mobil Avanza warna putih ber nomor polisi AA8965ND, 1 unit sepeda motor Honda CBR warna hitam nopol AA 2641 FJ dan beberapa unit handphone telah berhasil diamankan.DOH alias Pentong (20), EMS (25) dan ES (29), ketiganya adalah warga Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga ditangkap di Bekasi dan Tengerang dalam waktu yang hampir bersamaan.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH, terungkapnya kasus tersebut berawal dari kejelian Tim Inafis Polres Kebumen saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di TKP ditemukan sepasang sepatu yang diduga milik pelaku yang dibuang ke dalam sumur dengan tujuan untuk menghilangkan jejak. Namun sayang nya, sepasang sepatu itu tersangkut di jaring yang memang sengaja dipasang di dalam sumur untuk melindungi dari sampah.

Saat dicocok kan dengan selembar foto mantan pasangan korban, yaitu tersangka DOH alias Pentong (20) yang ternyata mirip jenis dan cara menginjaknya.

Dari situ lah perburuan terhadap DOH alias Pentong dimulai. Secara marathon, Tim yang dikendalikan langsung Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Koliq Salis Hirmawan, SH mencari keberadaan pelaku hingga ke Jakarta. Rasa lelah seluruh anggota Tim seolah terobati setelah berhasil menangkap para Tersangka dan mendapatkan barang bukti hasil kejahatan itu.

Dihadapan Penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen, ketiga orang Tersangka mengakui semua perbuatan nya. Mereka berangkat dari Purbalingga pada hari Jum’at (20/1/17) malam hari dengan berboncengan bertiga menggunakan sepeda motor dan sampai di TKP Sabtu (21/1/17) pukul 00.000 wib. Sampai di rumah korban, DOH alias Pentong menawarkan EMS kepada korban untuk disodomi.

Namun korban menolak dengan alasan tidak cocok dengan usia dan fisiknya. Mendengar penolakan korban, DOH marah, kemudian mengambil pisau dan kabel dari dalam rumah lalu menyerang korban sendirian, karena mendapatkan perlawanan, DOH menyuruh EMS dan ES untuk membantunya. Terjadilah pergumulan yang tidak seimbang yang menyebabkan korban Sugeng Wahyudi meninggal dunia bersimbah darah, akibat tusukan di perut dan leher nya serta lilitan kabel magic jar di leher nya.

polres-kebumen-ungkap-kasus-pembunuhan-di-buluspesantren

Setelah menghabisi korban, ketiga pelaku mencari barang-barang berharga milik korban di dalam almari, selanjutnya membawa mobil dan sepeda motor milik korban langsung kearah barat dengan tujuan Jakarta. Namun sesampainya di sebuah rumah makan di daerah Cipayung, Depok, mobil Avansa yang mereka kendarai kempis rodanya. Karena tidak bisa menemukan kunci roda, mobil ditinggal begitu saja dank kunci nya  dibuang.

DOH, EMS dan ES berpisah di Cipayung. DOH ke rumah kontrakan bapaknya di Jatiasih, Bekasi, sedangkan EMS dan ES menuju kawasan Pondok Aren, Ciledug, Tangerang. Di masing-masing tempat itulah, ketiga orang Tersangka ditangkap oleh Unit Resmob Sat Reskrim Polres Kebumen.

AKBP Alpen, SH, SIK, MH selain mengapresiasi kinerja jajaran Sat Reskrim Polres Kebumen, juga memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kebumen khususnya atas segala masukan dan informasi serta dukungan moril kepada jajaran nya sehingga bisa dengan cepat bisa mengungkap kasus yang menghebohkan Kebumen di awal tahun ini. “Terima kasih yang sebesar-besar nya atas atensi dan bantuan informasi kepada kami, tanpa peran serta masyarakat kami tidak mungkin bisa mengungkap kasus ini dengan waktu yang relatif cepat.” Kata AKBP Alpen di hadapan media saat pers release pada hari Jum’at (27/1/17) di depan Gedung Sat Reskrim Polres Kebumen.

Para tersangka akan dikenakan pasal pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 ayat 4 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau kurungan penjara seumur hidup atau selama-lama nya 20 tahun. (Humas Res Kebumen)

Penulis : S. Catur Nugraha

Editor : Kang Iqbal

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password