Pembunuhan di Gowa Sulsel : Ini Sosok Saleh, Pembunuh Gadis Cantik di Kompleks Yusuf Beauty Garden

Tribratanews.polri.go.id, Gowa Sulsel – Nama Saleh (38), Satpam di Kompleks Yusuf Beauty Garden, Kelurahan Paccinongan, Somba Opu, Gowa ini menjadi santer terdengar setelah ia ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pembunuhan Rafika Hasanuddin.

Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menemukan sejumlah bukti-bukti yang mengarah kepada pelaku. Sebelumnya Saleh berstatus sebagai saksi dan diperiksa selama tiga hari di Mapolres Gowa.

Saleh merupakan warga asli Kabupaten Jeneponto yang pergi mengadu nasib di Kabupaten Gowa sebagai Satpam Perumahan. Disana ia terpaksa meninggalkan istri dan keempat anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari, sebelum menjadi security perumahan Saleh bekerja sebagai tukang becak.

Ia (Saleh) tinggal di Pos Security, gajinya 2,2 juta yang diperoleh dari iuran bulanan warga.

Menurutnya, Ia (Saleh) mengenal Rafika, begitu juga Rafika mengenal Saleh, dimata Saleh, Rafika merupakan sosok warga yang baik.

Saleh pertama kali melihat Rafika memegang handphonenya saat memasuki kompleks perumahan sebelum kejadian, melihat handphone Rafika yang bagus, Saleh tertarik untuk mengambilnya, menurutnya (Saleh) mengambil handphone Rafika untuk digunakan sendiri.

Berniat ingin memiliki handphone Rafika, malam itu Saleh masuk kerumah Rafika yang saat itu Rafika sedang mengganti pakaian, dengan cepat Saleh mengambil handphone milik Rafika, namun nahas Rafika melihatnya.

Saat melihat aksi Saleh, Rafika langsung meneriaki “om kenapako ambil hp ku” setelah itu rafika memukul Saleh, kemudian Saleh balas memukul dengan kepalan tinjunya dan membenturkan kepala korban ke tembok, setelah Rafika terjatuh Saleh lalu mencari benda sehingga menemukan pisau dapur di jendela ruamh Rafika kemudian digunakan untuk mnggorok leher korban lalu meninju wajah korban sekali, kemudian Saleh melarikan diri.

Usai membunuh Saleh tetap tinggal di perumahan tersebut kemudian pada Senin Saleh kemudian memberitahukan kepada warga bahwa ia curiga melihat pintu rumah korban yang terbuka setengah dengan kunci menggantung di daun pintu sejak Minggu, kemudian Saleh memberanikan diri untuk mengecek rumah Rafika dan menemukan Rafika terlentang kaku di depan kamar mandi.

“saya kasi tau warga supaya dikira bukan saya yang bunuh, karena pasti akan ketahuan kalo ada orang mati di dalam rumah itu.” ungkap saleh.

Saleh sangat menyesal dengan kejadian ini dan meminta agar hukumannya diringankan.

Saleh telah menjalani test psikologi dan test labfor untuk menguji DNA di puntung rokok yang ada di TKP, kini sementara menunggu hasil dari Tim Psikologi dan laboratorium forensic.

“Rencananya akan ada rekonstruksi ulang di TKP untuk memperterang kasus, tidak ada unsur percobaan pemerkosaan dan tanda-tanda bekas percobaan pemerkosaan, celana korban melorot karena korban sementara ganti baju ketika tersangka masuk kedalam rumah, tidak ada kejanggalan antara rekonstruksi dan keterangan yang diambil dari tersangka.” Ujar Kabid Humas Dicky Sondani.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password