Polda Jatim Berhasil Ungkap Kasus Orderan Gojek Fiktif yang Merugikan Hingga Rp 400 juta

Tribaratanews.polri.go.id – Surabaya. Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus orderan Gojek fiktif yang merugikan hingga Rp 400 juta dengan menangkap enam orang tersangka.

Sebelumnya Polisi menangkap dua tersangka yakni M Zaini (35) dan Nafis Suhandak (27) warga Malang. Setelah dilakukan pengembangan kini Tim Resmob Jogoboyo (TRJ) kembali menangkap empat tersangka baru yaitu Nur Fatoni (27) warga Nganjuk, M Nurudin (35) warga Semarang, Ruslan Setiawan (37) warga Malang dan Fakhri Setya Perdana (19), juga warga Malang.

Dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti diantaranya dari tersangka MZ berupa 8.850 buah SIM card Axis yang telah teregistrasi, 40 HP merk Xiaomi, 6 HP merk Nokia sebagai antifator, 2 HP merk Evercross,11 buku tabungan Bank BCA, 6 ATM BCA dan 3 buah charger HP.

Dalam penjelasannya, Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si. yang didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie, Kabid Humas Polda Jatim Kombes. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. didampingi Kasubdit Jatanras Kompol Oki Ahadian Purwono mengatakan bahwa dengan bertambahnya tersangka kasus orderan Gojek fiktif ini menandakan jika pihaknya serius mengungkap kasus tersebut karena dianggap sebagai cikal bakal kriminalitas di dunia maya. Disinilah awal daripada semua kejahatan yang dilakukan di dunia siber, dimanapun diseluruh dunia. Jadi melalui kartu ini, kejahatan-kejahatan semua akan dimulai.

“Untuk itu, kami akan terus menindaklanjuti kasus ini hingga mengetahui modus apa yang mereka lakukan. Karena untuk mengaktifkan data diri SIM card adalah bersifat rahasia, yang mana harus diisi oleh penggunanya sendiri dan apabila bocor, maka bisa membahayakan. Untuk mengetahui modus tersebut kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kemenkominfo, Kemendagri, Dispendukcapil, Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar benar-benar mengungkap kasus yang ia sebut sebagai the mother of cyber crime tersebut,” tambah Kapolda Jatim.

“Selain itu kami juga akan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk mengungkap kasus judi online, Prostitusi online, investasi bodong dan kejahatan lain berbasis informasi teknologi. Dimana semuanya, bersumber dari data diri,” tegas Kapolda jatim saat memimpin konferensi Pers di Mapolda Jatim, Kamis (05/03/2020).

Akibat perbuatannya, kini para tersangka terancam Pasal 35 JO Pasal 51 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 serta Pasal 378 KUHP Jo Pasal 56 KUHP dengan hukuman 12 Tahun Penjara.

(sm/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password