Polda Jateng Bongkar Empat Pabrik Pupuk Palsu Beromset Ratusan Juta di Wonogiri

Tribratanews.polri.go.id-Wonogiri. Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Kapolda Jateng) bersama Polres Wonogiri, dan Polres Klaten berhasil membongkar kasus pupuk palsu di empat pabrik di Wonogiri, Jawa Tengah.

Diketahui, pabrik pupuk palsu di Wonogiri ini dimiliki oleh dua orang. Yakni, FRD, 28, warga Dusun Blindas, Desa Pracimantoro, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri yang memiliki tiga pabrik. Yang pertama berada di Dusun Ngulu Kidul, Desa Pracimantoro, Kecamatan Pracimantoro. Pabrik kedua di Dusun Blindas, Desa Pracimantoro, Kecamatan Pracimantoro. Dan pabrik terakhir berada di Dusun Karanglo, Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro.

Kemudian Satu pabrik lainnya dimiliki oleh tersangka TGH, 54, warga Dusun Belik, Desa Pracimantoro, Kecamatan Pracimantoro. Dia memiliki pabrik di Lingkungan Pule, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pracimantoro.

Menurut Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKBP Purbo Adji Waskito mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing mengatakan bahwa pabrik pupuk palsu ini sudah beroperasi selama dua bulan dengan omset ratusan ton per bulan.

Kapolda Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. juga turun langsung dan melihat pabrik pembuatan pupuk palsu di Pracimantoro, Wonogiri yang selama ini sudah meresahkan petani di Wonogiri dan Klaten.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jateng mengatakan awal mula terungkapnya kasus pupuk palsu ini ketika ada laporan dari salah satu kelompok petani di Klaten ke polres setempat.

Awalnya petani menggunakan pupuk palsu tersebut selama tiga tahap, namun petani merasakan ada sesuatu yang janggal. Pupuk terlalu lengket dan setelah tiga pekan digunakan tidak ada efek pada tanaman.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo langsung memimpin proses penyelidikan. Sampel pupuk itu dilakukan uji laboratorium di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jogjakarta. Hasilnya menunjukkan kandungan unsur pupuk tersebut di bawah standar.

Selain itu, Pupuk palsu tersebut juga menggunakan kemasan seperti pupuk-pupuk yang sudah ada.

Kapolda juga menyampaikan keprihatinannya kepada para petani dan mengimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli dan menggunakan pupuk.

(af/bq/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password