Registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan Pengemudi : Big data untuk membangun Keamanan dan ketertiban

Tribratanews.polri.go.id – Tulungagung, issue keamanan dan ketertiban merupakan bagian dari kekuatan dan ketahanan suatu bangsa.

Dalam amanat konstitusi keamanan dan ketertiban masyarakat ( kqmtibmas) ditangani oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Polri).

Membangun kamtibmas merupakan bagian dari mencerdaskan bangsa dlm kehidupan sosial kemasyarakatan. Suatu masyarakat untuk dapat hidup tumbuh dan berkembang diperlukan adanya produktifitas. di dalam proses produktifitas ada hambatan gangguan yang dpt merusak bahkan mematikan produktifitas sehingga diperlukan aturan, hukum, nilai yang melindungi masyarakat yang berpoduksi.

Untuk menegakkan dan mengajak masyarakat mentaatinya diperlukan institusi untuk menangani salah satunya adalah polisi.

Polisi bertugas dan bertanggung jawab mewujudkan dan memelihara kamtibmas yang diatur pd UU no 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Fungsi dan tugas pokok Polri adalah : melindungi, mengayomi, melayani masayarakat dan menegakkan hukum.

Konteks kamtibmas dalam penyelenggaraan tugas polri (pemolisian) berbasis wilayah, berbasis fungsi dan berbasis dampak masalah yang secara garis besar dapat dikategorikan pada komunitas dan lalu lintas.

Model pemolisian yang kontemporer mengacu model community policing yang dalam penyelenggraan tugas polri dikenal dengan polmas

Inti dari polmas atau community policing adalah :
1. Kemitraan dengan para pemangku kepentingan.
2. Lebih mengutamakan pencegahan.
3. Pemecahan masalah atau problem solving
4. Keberadaan polisi diterima dan didukung oleh masyarakat yang dilayaninya.
5. Polisi mampu menjadi ikon kecepatan kedekatan dan persahabatan.
6. Berorientasi pada upaya2 peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan terjaminnya keamanan dan rasa aman.

Point 1 sd 6 itulah yang menjadi tujuan kamtibmas. Segala sesuatu yang berkaitan dengan pemolisian untuk mencapai tujuan kamtibmas. 6 hal tersebut diatas sebagai bagian index kamtimas.

Dalam mewujudkan kamtibmas di jalan raya kepolisian mengimplementasikan pemolisiannya untuk mencapai tujuan road safety :
1. Mewujudkan lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar krn merupakan urat nadi kehidupan.

2. meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan.

3. Membangun budaya tertib berlalu lintas karena lalu lintas sebagai bagian refleksi budaya bangsa.

4. Memberikan pelayanan prima yang cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses krn lalu lintas sebagai refleksi tingkat modernitas.

Didalam upaya mewujudkan atau mencapai tujuan road safety tersebut di atas salah satunya adalah penanganan kendaraan dan pengemudi yang dikenal dengan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi ( reg ident ranmor dan sim ).

Fungsi kepolisian menangani Reg ident Ranmor dan Sim adalah untuk mencapai tujuan kamtibmas dengan :
1. Memberikan jaminan keabsahan asal usul kendaraan dan kepemilikan kendaraan sebagai wujud perlindungan aset kepemilikan warga masyarakat.
2. memberikan jaminan legitimasi pengoperasionalan karena mengoperasionalkan kendaraan bermotor dapat merusak dan mematikan produktifitas diri kita maupun orang lain.
3. Memberikan jaminan legitimasi kompetensi karena mengoperasionalkan kendaraan bermotor di jalan raya dpt mjd korban atau pelaku yang merusak bahkan mematikan produktifitas dirinya maupun orang lain
4. Untuk forensik kepolisian krn kendaraan bermotor juga digunakan sebagai alat atau bagian dari kejahatan.
5. Sebagai bagian dari fungsi kontrol dan proses penegakkan hukum secara manual semi elektronik maupun elektronik.
6. Sebagai pelayanan kepolisian ( pelayanan : keamanan keselamatan hukum administrasi informasi dan kemanusiaan)

Fungsi kepolisian dalam menangani fungsi reg ident ranmor dan sim di era digital dikembangkan dlm road safety policing sebagai model implementasi electronic policing pada fungsi lalu lintas untuk mewujudkan dan memelihara kamtibmas sehingga terbangun sistem2 pencegahan perlindungan pengayoman dan pelayanan sehingga dapat terbangun budaya tertib dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Polisi dalam pemolisianya juga mengacu pd sistem politik demokrasi :

1. Mewujudkan dan menyelenggarakan supremasi hukum yaitu scr konstitusi dan undang2 tidak ada masalah atau tidak bertentangan krn merupakan amanat konstitusi dan Undang2 yg berkaitan.
2. Mampu memberikan jaminan dan perlindungan HAM
3. Transparan dan akuntabel
4. Berorientasi pda upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat dan
5. Adanya pengawasan dan pembatasan kewenangan kepolisian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password