Road safety policing : Peta dan pemetaan sbg algoritma lalulintas untuk mencapai tujuan road safety

Tribratanews.polri.go.id – Tulungagung, Tatkala membaca berita tentang kecelakaan lalu lintas sering kali kita meremehkan atau menganggap hal wajar. tatkala terjadi kecelakaan dg korban besarpun kesibukan sebatas laporan. Pengkajian dan penelitian pd kecelakaan menonjolpun jarang dijadikan acuan. Keselamatan menjadi roh dari lalu lintas yg mengapresiasi atas manusia sbg aset utama suatu bangsa agar tidk mjd korban sia sia di jalan raya.

fokus tulisan ini ingin menunjukkan bahwa pemetaan (wilayah dan masalah lalu lintas) merupakan dasar membangun algoritma lalu lintas yg dpt peroleh dr sistem data dan operasionalisasi pencapaian tujuan road safety. Tujuan road safety adalah untuk : 1. mewujudkan lalu lintas yg aman selamat tertib lancar 2. meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan 3. membangun budaya tertib berlalu lintas 4. adanya pelayanan prima di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

Peta dan pemetaan scr manual maupun digital merupakan core dari road safety policing. Dengan demikiqn peta dan pemetaan merupakan hal yg sangat penting dipahami dan dilakukan untuk membangun algoritma lalu lintas shg mampu memanage kebutuhan, kapasitas, prioritas, kecepatan maupun emergensi. Hal2 mendasar yg diperlukan untuk membangun algoritma lalu lintas adalah dg memetakan :
1. wilayah dan jalur2 :
a. kawasan wisata,
b. kawasan perbatasan,
c. kawasan ASDP, angkutan sungai danau dan penyeberangan
d. sitem transportasi angkutan umum ( bus (terminal ) kereta api ( stqsiun) kapal (pelabuhan ) dan pesawat ( bandara) )
d. perlintasan sebidang dg kereta api,
e. perlintasan sebidang yg memerlukan under pas atau fly over,
f. jalur2 yg memerlukan rekayasa jalan krn scr geografis tdk lagi mampu menampung kapasitas kbm untuk berlalu lintas
g. jalur2 toll
h. jalur2 arteri
i. area publik
j. daerah2 rawan bencana
k. jalur2 alternatif
l. jalur2 protokol
m. jalur2 evakuasi
n. jalur2 obyek vital
o. jalur2 pusat pemerintahan
p. jalur2 pusat bisnis dan perekonomian
q. jalur2 pemukiman masyarakat

dsb disesuaikan dg situasi dan kondisi atau kakerda masing2

2. dibuat bagian khusus yg difokuskan untuk black spot dan trouble spot
dijabarkan apa yg mjd faktor penyebabnya.

3. model sispam kota bagi polantas khususnya daerah2 rawan masalah politik, konflik sosial dg massa besar maupun yg rawan bencana atau rawan kerusakan infra struktur

4. pemetaan kajian2 atas :
a. kecelakaan menonjol
b. kajian jalur2 yg mengalami kerusakan
c. kajian2 operasi ketupat, lilin maupun operasi2 kepolisian lainnya
d. kajian2 lokasi atau kawasan yg akan dibangun jalan toll atau infrastruktur baru
e. kajian2 LRT dan MRT
f. kajian ibukota negara
g. kajian propinsi baru, kota atau kabupaten baru
h. kajian atas jalur bantuan asing
i. kajian atas Belt Road inisiative scr nasional maupun internasional
k. kajian ttg manajemen prioritas : 1) contra flow 2) one way 3) pengalihan arus 4) ERP 5) ganjil genap 6) acara 2 protokoler kenegaraan dsb
l. kajian2 penempatan induk2 PJR dan ETLE di jalan toll maupun arteri
m. kajian2 quick response time

5. pemetaan pengoperasionalan kendaraan bermotor
berbasis data registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor ( reg ident ranmor) dpt dibuat algoritma atau pola2 operasionalisasi kendaraan bermotor shg analisa dampak kecelakaan lalu lintas dpt diprediksi diantisipasi dan ditemukan solusinya.
hasil pemetaan pengoperasionalan kendaraan bermotor ini dpt diwujudkan dlm bentuk infografis info statistik n info virtual melalui berbagai sistem inputing data yg ada melalui sistem ANPR automatic number plates recognation, yg didukung dg sistem RFID, QR maupun OBU.

6. Pemetaan pengemudi kendaraan bermotor
dpt diambil dari sim yg dikaitkan dg sistem penegakkan hukum tilang maupun penyidikan kecelakaan lalu lintas yg diprogramkan pd sitem TAR,traffic attitude record.

pemetaan scr manual dan digital merupakan bagian upaya membangun big data yg dpt dikembangkan sesuai dg situasi karakteristik daerah masing2 maupun kebutuhan road safety di masing2 wilayah.

Pemanfaatan atas pemetaan tsb adalah untuk mendukung sistem k3i (komunikasi koordinasi komandopengendalian dan informasi). yang mampu memonitor scr on time real time, any time daerah2 yg rawan terjadinya gangguan keamanan, yg rawan kecelakaan, rawan kemacetan dan berbagai hal yg kontra produktif.

Sistem data dalam pemetaan mrpkn bagian penting bagi terbagunnya algoritma lalu lintas shg sistem manajemen lalu lintas dg pelayanan prima kpd publik khususnya pada hal2 yg bersifat emerjensi atau darurat.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password